Beranda » Materi Kuliah » keterbelakangan mental

keterbelakangan mental


  1. A.     Definisi keterbelakangan mental .
  • Menurut Rusdi Maslim (2001) retardasi mental adalah suatu keadaan perkem-bangan jiwa yang terhenti atau tidak lengkap, yang terutama ditandai oleh terjadinya hendaya keterampilan selama masa perkembangan, sehingga berpengaruh pada tingkat kecerdasan secara menyeluruh, misalnya kemampuan kognitif, bahasa, motorik dan social.
  • Menurut The American Association on Mental Deficiency (AAMD), definisi retardasi mental mencakup dua dimensi utama yaitu perilaku adaptif dan kecerdasan. Retardasi mental didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana fungsi intelektual umum dibawah rerata normal disertai dengan kekurangan atau hendaya dalam perilaku adaptif yang muncul pada periode perkembangan (Grossman, 1983 cit Drew, 1986, Cytryn dan Lourie, 1980).
  • Kaplan (1985) mengemukakan bahwa dalam konsep definisi retardasi mental terdapat dua model pendekatan yang dipakai yaitu model pendekatan biomedik dan pendekatan sosiokultural. Dari pendekatan biomedik lebih menitikberatkan pada perubahan-perubahan dasar pada sistem otak, sedangkan pendekatan sosiokultural menyotroti fungsi-fungsi sosial dan adaptasi secara umum untuk mengikuti norma-norma yang berlaku.
  1. B.      Faktor – faktor yang mempengaruhi keterbelakangan mental :
    1. 1.      Gizi

Yang mempengaruhi nilai gizi bagi retardasi mental :

  1. Kwashiorkor

Kwashiorkor ialah suatu keadaan kekurangan gizi ( protein ). Walaupun sebab utama penyakit ini adalah defisiensi protein, tetapi karena bahan makanan yang dimakan kurang mengandung nutrisi lainnya ditambah dengan konsumsi setempat yang berlainan, maka akan terdapat perbedaan gambaran kwashiorkor di berbagai negara.

  1. Marasmus

Marasmus adalah bentuk malnutrisi kalori protein yang terutama akibat kekurangan kalori yang berat dan kronis terutama terjadi selama tahun pertama kehidupan dan mengurusnya lemak bawah kulit dan otot.(Dorland, 1998:649).
Marasmus adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan kalori protein ( suriadi,2001 : 196 ).

  1. Malnutrisi dapat terjadi oleh karena kekurangan gizi (undernutrisi) maupun karena kelebihan gizi (overnutrisi). Keduanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara kebutuhan tubuh dan asupan zat gizi esensial.
  1. 2.       Keturunan

Pada PPDGJ III disebutkan bahwa secara umum faktor etiologi retardasi mental terdiri dari faktor biologis, faktor psikososial atau interaksi keduanya. Penyabab retardasi mental menurut Kartono (1989) dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu:

  1. Primer, mencakup karena keturunan (retardasi mental genetik) dan yang disebabkan tidak diketahui (retardasi mental simplek).
  2. Sekunder, disebabkan faktor-faktor dari luar yang diketahui dan kemungkinan faktor tersebut mempengaruhi otak pada masa prenatal, perinatal dan postnatal.

Dua puluh lima persen dari penderita retardasi mental disebabkan oleh faktor biologik. Yang paling sering terdapat adalah kelainan kromosom atau metabolisme seperti pada sindroma down, phenil keton uria dan ibu yang banyak minum alkohol sewaktu hamil. Pada retardasi mental yang etiologinya faktor biologik, perbandingan jumlah penderita antara golongan sosial ekonomi tinggi dan rendah adalah sama, tidak ada peningkatan prevalensi pada anggota keluarga kecuali bila disebabkan oleh karena kelainan genetik seperti phenilketonuria (Hardman, 1990).

Untuk 75% sisanya tidak didapatkan faktor biologik.Retardasi mental tanpa etiologi biologik dapat dikaitkan dengan berbagai jenis deprivasi psikososial seperti deprivasi stimulasi, sosial, bahasa dan intelektual (PPDGJ II, 1983). Taraf kekurangan intelektual biasanya ringan, diagnosis biasanya ditegakkan pada waktu masuk sekolah, lebih banyak terdapat pada golongan sosial ekonomi rendah dan sering terdapat pola keluarga dengan taraf retardasi mental yang sama dengan orang tua atau saudaranya (Hardman, 1990).

Cytryn dan Lourie (1980), Kolb dan Brodie (1982) dan Smith (1971) membagi faktor etiologik menjadi 3 yaitu:

  1. Faktor prenatal
    1.  Inborn error of metabolism

1)       Gangguan metabolisme asam amino yaitu Phenyl Keton Uria (PKU), Maple Syrup Urine Disease, gangguan siklus urea, histidiemia, homosistinuria, Distrofia okulorenal Lowe, hiperprolinemia, tirosinosis dan hiperlisinemia.

2)      Gangguan metabolisme lemak yaitu degenerasi serebromakuler dan lekoensefalopati progresif.

3)      Gangguan metabolisme karbohidrat yaitu galaktosemia dan glycogen storabe disease.

4)      Gangguan metabolik lain yaitu hiperkalsemia idiopatik, hipoparatiroidisme, sindroma Criggler-Najjar, piridoksin dependensi,  penyakit Wilson, mukopolisakaridosis.

  1. Aberasi Kromosom

1)      Gangguan Autosom yaitu Sindroma Down, Cat cry sindrom, sindroma kromosom trisomi 13, 18, 22, distrofia miotonika, epiloia (tuberous sclerosis), neurofibromatosis, sindroma Sturge-Weber (angiomatosis ensefalofasial), penyakit Lindau (angiomatosis retinoserebeler), sindroma Marfan (arakhnodaktili), sindroma Sjorgen, ichtyosis kongenital, akhondroplasia, kraniosinostosis, hipertelorisme, diabetes insifidus nefrogenik.

2)      Gangguan kromosom kelamin yaitu sindroma Klinefelter, sindroma Turner.

3)      Gangguan perkembangan lainnya yaitu anensefali, parensefali, mikrosefali, agiria, hidrosefalus agenesis korpus kalosum, sindroma Laurence-Biedl, sindroma Prader-Willi, ataksia teleangiektasia, penyakit Norrie, penyakit Kinky-hair.

  1. Infeksi maternal selama kehamilan,  yaitu infeksi TORCH dan Sifilis. Cytomegali inclusion body disease merupakan penyakit infeksi virus yang paling sering menyebabkan retardasi mental. Infeksi virus ringan atau subklinik pada ibu hamil dapat menyebabkan kerusakan otak janin yang bersifat fatal. Penyakit Rubella kongenital juga dapat menyebabkan defisit mental. Terdapat hubungan antara lama ibu hamil terinfeksi dengan kejadian abnormalitas pada janin. Bayi baru lahir dengan toksoplasmosis menunjukkan kelemahan, spastisitas, hidrosefalus atau mikrosefalus, yang kemudian bermanifestasi sebagai defisit mental.
  2. Komplikasi kehamilan meliputi toksemia gravidarum, Diabetes Mellitus pada ibu hamil yang tak terkontrol, malnutrisi, anoksia janin akibat plasenta previa dan solutio plasenta serta penggunaan sitostatika selama hamil.
  3. Faktor perinatal
    1. Prematuritas

Dengan kemajuan teknik obstetri dan kemajuan perinatologi menyebabkan meningkatnya keselamatan bayi dengan berat badan lahir rendah sedangkan bayi-bayi tersebut mempunyai resiko besar untuk mengalami kerusakan otak, sehingga akan didapatkan lebih banyak anak dengan retardasi mental.

  1. Intra Uterine Growth Retardation

Bayi-bayi yang kecil untuk masa kehamilan mempunyai resiko untuk terjadinya kerusakan otak.

  1. Trauma kelahiran

Yang meliputi trauma fisik 9trauma jalan lahir) dan asfiksia neonatorum.

–          Kernikterus

–          Terjadi karena eritroblastosis fetalis, sepsis neonatorum, defisiensi G-6-PD, pemberian sulfonamid, salisilat dan sodium benzoat.

  1. Faktor postnatal

a)      Infeksi intrakranial, meliputi meningitis purulenta, meningoensefalitis dan ensefalitis.

b)      Keracunan timbal

c)       Trauma kapitis

d)      Gangguan kejang, termasuk kejang epileptik, kejang demam dan spasmus infantil.

e)      Cerebral palsy

f)       Penyakit Heller

g)      Malnutrisi.

Menurut Harsono (1981) faktor-faktor yang menunjukkan potensial retardasi mental adalah sebagai berikut:

  1. Faktor Maternal

–          Umur ibu kurang dari 16 tahun atau lebih dari 40 tahun, atau primigravida dengan umur lebih dari 35 tahun.

–          Wanita yang pendek, kurus, malnutrisi, kulit berwarna, miskin, kurang pendidikan, tidak nikah (data statistik).

–          Adanya riwayat abortus, lahir mati, kematian neonatal, bayi lahir kurang dari 2000 gram, solusio plasenta, plasenta sirkumalata.

–          Penyakit: hipertensi renal, proteinuria, nefritis, bakteriuria, DM, flebitis, penyakit tiroid, adiksi, toksoplasmosis, volume jantung yang kecil, retardasi mental.

–          Perokok berat.

–          Cervical incompetence.

–          Contracted pelvis,

–          Peminum alkohol.

–          Minum obat fenitoin.

–           Radiasi.

–          Intoksikasi logam Hg, Pb.

  1. Komplikasi kehamilan
    1. Perdarahan pada trimester II dan III.
    2. Shock perdarahan.
    3. Polihidramnion
    4. Faktor perinatal

ü  Bayi lahir kurang dari 14 minggu.

ü  Anak pertama laki-laki dan kembar prematur.

ü  Agar score rendah, sianosis, respirasi distres.

ü  Hipoksia intrauterine sehubungan dengan prolapsus tali pusat, solusio plasenta, toksemia gravidarum.

ü  Sectio Caesaria setelah partus percobaan.

ü  Partus forceps tinggi atau presentasi bokong.

  1. Faktor neonatal
  • Dirawat di inkubator atau memerlukan oksigen.
  • Menhisap, minum atau menangis abnormal.
  • Trauma atau anomali.
  • Ekstremitas atau wajah tidak simetris.
  • Ikterus, tonus otot yang rendah, kejang-kejang terutama yang tidak dikehendaki.
  •  Muntah dan demam.
  1. Lain-lain
  • Riwayat keluarga : adanya retardasi mental pada orang tua, saudara, anggota keluarga yang lain.
  • Mikrosefali kongenital.
  • Defek pertumbuhan susunan saraf pusat primer.
  • Tuberosis sklerosis.
  • Hipotiroidisme kongenital.
  • Degenerasi susunan saraf pusat.
  • Infeksi susunan saraf pusat post natal.
  • Trauma kepala.
  • Emotional deprivation yang lama dan berat.

Pada mongoloisme atau sindroma Down (suatu macam retardasi mental dengan mata sipit, muka datar, telinga kecil, jari-jari pendek dan lain-lain) terdapat trisoma (yaitu tiga buah, bukan dua) pada pasangan Kromosoma No. 21.

Sindroma Turner (dengan ciri-ciri khas : tubuh pendek, leher melebar, infantilisme sexual) ternyata berhubungan dengan jumlah kromosima sex yang abnormal. Gangguan yang berhubungan dengan kromosoma sex dikatakan “terikat pada sex” (“sex linked”), artinya bahwa efek genetik itu hanya terdapat pada kromosoma sex. Kaum wanita ternyata lebih kurang peka terhadap gangguan yang terikat pada sex, karena mereka mempunyai dua kromosoma X : bila satu tidak baik, maka yang lain biasanya akan melakukan pekerjaannya. Akan tetapi seorang pria hanya mempunyai satu kromosoma X dan satu kromosoma Y, dan bila salah satu tidak baik, maka terganggulah ia. Masih dipermasalahkan, betulkan pria dengan XYY lebih cenderung melakukan perbuatan kriminal yang kejam?

  1. 3.       Musibah

Didalam faktor ini retardasi mental juga sering terjadi akibat adanya musibah yang dialami oleh seseorang. Penyebab dari masalah ini adalah kecelakaan,terbentur oleh benda,selalu teringat akan salah satu kejadian yang menimpanya ( trauma ).

  1. 4.       Kultur

Penyakit mental, disebut juga gangguan mental, penyakit jiwa, atau gangguan jiwa, adalah gangguan yang mengenai satu atau lebih fungsi mental.Penyakit mental adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Penyakit mental ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita (dan keluarganya). Penyakit mental dapat mengenai setiap orang, tanpa mengenal umur, ras, agama, maupun status sosial-ekonomi.Penyakit mental bukan disebabkan oleh kelemahan pribadi.

Di masyarakat banyak beredar kepercayaan atau mitos yang salah mengenai penyakit mental, ada yang percaya bahwa penyakit mental disebabkan oleh gangguan roh jahat, ada yang menuduh bahwa itu akibat guna-guna, karena kutukan atau hukuman atas dosanya. Kepercayaan yang salah ini hanya akan merugikan penderita dan keluarganya karena pengidap penyakit jiwa tidak mendapat pengobatan secara cepat dan tepat.

  1. 5.       Ekonomi

Dari beberapa factor diatas telah menjelaskan tentang pengaruh retardasi mental yang sring dialami oleh pelajar baik muda maupun tua.

Dalam hal ini factor ekonomi sangat menunjang terjadi keterbelakangan mental seperti kurangnya modal untuk penyembuhan,sulitnya untuk membeli makanan yang bergizi, obat-obatan, dan lain-lain. Fase ini sangat erat hubungannya dengan kultur dalam masyarakat baik tingkat atas maupun bawah. Kurangnya kesadaran pemerintah untuk membantu dan mengatasi masalah ini kemungkinan besar anak-anak yang mengalami keterbalakangan mental sangat sulit untuk diberi penghayatan dan pertolongan baik secara medis, social, dan pendidikan.

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepadaTuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tepat waktu.

Makalah yang ditujukan sebagai tugas untuk mata kuliah teori belajar yang berhubungan dengan penuntasan mata kuliah ini. Adapun literature atau sumber pembahasan ini penulis ambil dari berbagai artikel, Wikipedia,  dan beberapa sumber lainnya. Semoga dengan adanya makalah ini penulis dapat lebih memahami pembahasan tersebut lebih mendalam.

Namun, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca, rekan-rekan mahasiswa, dan dosen yang bersangkutan yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penyusunan makalah berikutnya.

Terima kasih …

Makassar, 26 mei 2011

Penulis

DAFTAR ISI

Kata pengantar

  1. Definisi keterbelakangan mental
  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya retardasi mental  :
    1. Gizi
    2. Keturunan
    3. Musibah
    4. Ekonomi
    5. Kultur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s