Beranda » Materi Kuliah » penelitian kewirausahaan

penelitian kewirausahaan


BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.                  Latar Belakang

 

Strategi pemasaran memainkan peran penting dalam membantu kesuksesan suatu perusahaan dalam berbagai aktivitas industri usaha diseluruh dunia. Meningkatnya kepentingan tentang kepuasan konsumen , perbedaan dunia bisnis, perubahan teknologi yang cepat dan tantangan persaingan yang cepat, dan tantangan persaingan global menurut efektivitas strategi pemasaran untuk mempertahankan dan mengembangkan keunggulan bersaing suatu perusahaan. Pemasaran strategi mengkaji konsep dan proses untuk memperoleh keuntungan keunggulan bersaing dalam dunia bisnis.

Pada  era globalisasi dewasa ini, tingkat persaingan semakin tak terhindarkan sehingga kebanyakan perusahaan mempermasalahkan bagaimana memasarkan poduk yang dihasilkan untuk merebut pangsa pasar ( market shaer).

Pemasaran merupakan faktor penunjang langsung yang sangat penting terhadap kegitan-kegiatan perusahaan, sehingga konsep pemasaran sangat dibutuhkan dan menjadi pokok perhatian para pengelola perusahaan. Konsep pemasaran sangat besar pengaruhnya bagi perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dengan konsep pemasaran, perusahaan dapat merencanakan tingkat penjualan dan keuntungan ideal yang akan diraih.

Tujuan umum dari setiap perusahaan adalah untuk memperoleh laba tertentu, dan hal  itu akan dapat tercapai apabila kegiatan penjualan dapat dilaksanakan secara baik sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan Penjualan merupakan salah satu dari seluruh kegiatan pemasaran lainnya dimana keberhasilan pemasaran akan ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya.

Meningkatnya perhatian kepada perencanaan strategi formal telah membangkitkan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi bahan pemikiran bagi perusahaan, seperti apa tindakan yang akan diambil oleh para pesaing, bagaimana cara mengantisipasinya, bagaimana perusahaan dapat menempatkan dirinya dalam posisi terbaik guna bersaing dalam jangka panjang.

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alamnya, sebagai mana diketahui berbagai usaha dibidang non  migas terutama pada komoditas pertanian, perikanan dan perkebunan akhir-akhir ini sedang lebih digiatkan oleh pemerintah dimana kekeyaan sumber daya alam merupakan salah satu andalan bagi pemasukan devisa negara. Menjawab semua tantangan itu perlu kiranya peran serta dari semua kalangan yang terhubung didalamnya memberikan peran aktif untuk menjawab tantangan dunia usaha yang semakin kompleks.

Promosi merupakan kegiatan-kegiatan yang secara aktif dilakukan peusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan. Promosi juga dapat juga dikatakan sebagai proses berlanjut

karena dapat menimbulkan rangkaian kegiatan perusahaan yang berkelanjutan, karena itu promosi dianggap sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseoarang atau organisasi agar melakukan pertukaran dalam pemasaran. Kegiatan dalam promosi ini pada umumnya adalah periklanan,personal selling,sosialisasi produk, promosi penjualan, pemasaran langsung serta hubungan masyarakat dan pubilitas.

 

  1. B.         Masalah Pokok

Adapun yang menjadi masalah pokok pada penelitian ini adalah “Strategi apa yang dimanfaatkan oleh cv. Widya Multi Sarna sebagai perusahan distributor dan jasa pengadaan sarana pertanian dan perkebunan dalam upaya meningkatkan penjualan?”.

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi apa  yang  dimanfaatkan oleh cv.Widya Multi Sarana dalam upaya meningkatkan penjualan terhadap peningkatkan pendapatan.

Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah :

  1. Sebagai bahan informasi bagi perusahaan dalam mengambil langkah-langkah perbaikan untuk masa yang akan datang.
  2. Sebagai acuan dan bahan pustaka untuk penelitian lanjutan pada obyek yang sama.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

 

A.Pengertian Pemasaran dan Pemasaran Jasa

 

  1. 1.       Pengertian Pemasaran

Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan yang terkait dalam upaya menyampaikan produk kepada konsumen diantaranya penetapan harga, penentuan produk sesuai keinginan konsumen, kegiatan distribusi dan promosi.

Definisi pemasaran dikemukakan Sumarni dan Soprianto (2003:125)  “Pemasaran adalah sistem  keseluruhan dari kegiatan bisnis yang dituju untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial”.

Selanjutnya Kotler (2004:9) mengemukakan bahwa : “Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”.

Pendapat lain mengenai definisi pemasaran dikemukakan oleh Gitosudarmo (2003:96): ”Pemasaran adalah kegiatan yang berupa penelitian jenis produk yang dihasilkan, jumlah yang harus dipasarkan, cara penyalurannya, bentuk promosinya dan sebagainya”.

Sunarto (2004:45) mengemukakan: “Pemasaran sebagai salah satu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan, lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain”.

Dari berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa :

“Pemasaran adalah kegiatan rantai sosial yang saling berhubungan dalam suatu proses yang didalamnya erat kaitannya dengan penciptaan sebuah produk yang  diperkenalkan kepada konsumen sampai pada dampak setelah konsumen menggunakan suatu produk ”.

  1. 2.       Pemasaran dan Jasa

 

Menurut Philip Kotler yang dikutip oleh Hurriyati  dalam bauran pemasaran dan loyalitas konsumen (2005:27), mengemukakan bahwa : “Jasa adalah setiap tindakan atau kinerja yang ditawarkan oleh suatu pihak lain secara prinsip tidak berwujud dan tidak  menyebabkan perpindahan kepemilikan”.

Selanjutnya Zeithaml dan Bitner yang kembali dikutip oleh Hurriyati (2005:28) mengemukakan bahwa: “Jasa pada dasarnya adalah seluruh aktivitas ekonomi dengan output selain produk dalam pengertian fisik, dikonsumsi dan diproduksi pada saat bersamaan memberikan nilai tambah dan secara prinsip tidak berwujud (intangible) bagi pembeli pertamanya.

Kemudian Kotler dan Andrian Payne yang dikutip oleh Yazid (2005:2) mendefinisikan bahwa: “Jasa adalah aktivitas ekonomi yang mempunyai sejumlah elmen nilai atau manfaat (intangible) yang berkaitan dengannya, yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak memiliki transfer kepemilikan. Perubahan saja muncul dan produksi suatu jasa bisa memiliki atau bisa juga tidak mempunyai kaitan dengan produksi fisik”.

Berdasarkan beberapa definisi diatas maka, jasa pada dasarnya adalah sesuatu yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Suatu yang tidak berwujud, tetapi dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
  2. Proses produksi jasa dapat menggunakan atau tidak menggunakan bantuan produk fisik.
  3. Jasa tidak mengakibatkan peralihan hak atau kepemilikan.
  4. Terdapat interaksi antara penyedia jasa dengan pengguna jasa.

 

  1. B.                  Pengertian Bauran Produk Pemasaran (Marketing Mix)

Pemasaran dalam suatu perusahaan menghasilkan kepuasaan pelanggan serta kesejahteraan konsumen dalam jangka panjang sebagai kunci untuk memperoleh keuntungan dalam pengammbilan keputusan dibidang pemasaran yang erat kaitannya dengan bauran pemasaran (marketing mix). Bauran pemasaran merupakan seperangkat variable yang oleh perusahaan sebagai sarana dalam pengambilan keputusan dibidang pemasaran dalam usaha memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Pada dasarnya sasaran utama dari bauran pemasaran karena akhirnya adalah pasar, karena akhir produk yang ditawarkan oleh perusahaan akan diarahkan kepasar. Kebutuhan pasar akan produk itulah dipakai dasar untuk menentukan  produknya. Begitu juga keadaan pasar teradap macam alternatif harga, promosi, distribusi, orang, sarana fisik,dan proses. Oleh karena itu, pasar merupakan perhatian produk untuk keputusan yang menyangkut bauran pemasaran  maka dapat disimpulkan bahwa produk juga dapat mempengaruhi mengenai harga, promosi, distribusi, orang, sarana fisik dan proses.

Menurut Fuad Sugianto (2005:128) mengemukakan bahwa bauran pemasaran adalah kegiatan pemasaran yang terpadu dan saling menunjang satu sama lain. Keberhasilan perusahaan dibidang pemasaran didukung oleh keberhasilan memilih produk yang tepat, harga yang layak, saluran distribusi yang baik, dan promosi yang efektif.

Empat kebijaksanaan pemasaran yang sering disebut konsep empat P atau bauran pemasaran (marketing mix) tersebut adalah Produk (product), harga (price), saluran distribusi (palce), dan sarana promosi (promotion). Untuk mencapai tujuan pemasaran keempat unsur tersebut harus saling mendukung, sehingga keberhasilan dibidang pemasaran diharapkan dikuti oleh kepuasan konsumen. Sementara itu, menurut Ratih Hurryati (2005:50) dalam Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen memperluas  bauran pemasaran jasa dengan menambahkan unsur non-tardisional yaitu orang (people), sarana fisik (physical  evidence), dan proses (process), sehingga menjadi tujuh unsur (7P). Masing-masing dari tujuh unsur bauran pemasaran tersebut saling berhubungan satu sama lainnya dan mempunyai satu bauran yang optimal sesuai karakteristik segmennya.

  1. Produk (Product)

Menurut Fuad dan Sugiarto (2005:129) “Produk adalah barang atau jasa yang bisa ditawarkan dipasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan”. Pembeli akan membeli   kalau merasa cocok karena itu, produk harus disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan pembeli, agar pemasaran produk lebih baik diorentasikan pada keinginan pasar atau selera konsumen, misalnya dalam hal mutu, kemasan, dan lain-lainnya. Karena itu tugas bagian pemasaran tidak mudah, harus menyesuasikan kemampuan perusahaan dengan keinginan pasar (konsumen).

  1. 2.             Harga (Price)

Selanjutnya Fuad dan Sugiarto (2005:129), memberikan definisi bahwa : “harga adalah sejumlah kompensasi (uang maupun barang,kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi barang atau jasa”. Pada saat ini, bagi sebagian besar anggota masyarakat, harga masih menduduki tempat teratas sebagai penentu dalam keputusan untuk membeli barang atau jasa.karena itu, penentuan harga merupakan salah satu keputusan penting bagi manajemen perusahaan. Harga yang ditetapkan harus dapat menutup semua biaya yang telah dikeluarkan untuk produksi ditambah besarnya persentase laba yang diinginkan. Jika harga ditetapkan telalu tinggi, secara umum akan kurang menguntungkan, karena pembeli dan volume penjualan berkurang. Akibatnya semua biaya yang telah dikeluarkan tidak dapat tertutup, sehingga pada akhirnya perusahaaan menderita kerugian. Maka, salah satu prinsip dalam penutupan harga adalah penitikberatkan pada kemauan pembeli terhadap harga yang telah ditelah ditentukan dentukan dengan jumlah yang cukup untuk menutup biaya-biaya yang telahgan jumlah yang cukup untuk menutup biaya-biaya yang telah dikeluarkan beserta persentase laba yang diinginkan.

  1. 3.             Saluran Distribusi  (Place)

Masih pada definisi Fuad dan sugiarto (2005:130), member penerapan bahwa: “Saluran Distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk sampai ke konsumen atau berbagi aktivitas perusahaan yang mengupayakan agar produk sampai ketangan konsumen”. Saluran distribusi penting karena barang yang telah dibuat dan harganya sudah ditetapkan itu masih menghadapi masalah, yakni harus disampikan kepada konsumen. Para penyalur dapat menjadi alat bagi perusahan untuk mendapatkan umpan balik dari konsumen dipasar.

Penentuan jumlah penyalur juga merupakan masalah yang penting untuk dipertimbangkan, dalam kasus-kasus tertentu disesuaikan dengan sifat produk yang ditawarkan. Misalnya barang kebutuhan sehari-hari membutuhkan banyak , sedangkan barang-barang berat seperi peralatan Industri  tidak demikian. Kesalahan dalam menentukan jumlah penyalur akan  mendatangkan persoalan baru bagi perusahaan. Bila jumlah penyalur terlalu sedikit menyebabkan penyebaran produk kurang luas, sedangkan jumlah penyalur terlalu banyak mengakibatkan pemborosan waktu, perhatian dalam meyeleksi dan menentukan jumlah penyalur.

  1. Promosi (Promotion)

Selanjutnya Fuad dan Sugiarto (2005:130), menjelasakan bahwa: “Promosi adalah bagian dari bauran pemasaran yang besar peranannya. Promosi merupakan kegiatan-kegiatan yang aktif dilakukan perusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan. Promosi juga dikatakan sebagi proses berlanjut karena dapat menimbulkan rangkaina kegiatan perusahaan yang selanjutnya”. Karena itu promosi dipandang sebagi arus informasi atau persuasi  satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseoarang atau organisasi agar melakukan pertukaran dalam pemasaran. Kegiatan dalam promosi ini pada umumnya adalah periklanan, personal selling, promosi penjualan, pemasaran langsung, serta hubungan masyarakat dan publisitas.

  1. 5.                Orang (people)

Menurut Zeithaml dan Bitner yang dikutip oleh Hurryati (2005:62) mengemukakan bahwa orang (people) adalah semua pelaku yang memainkan peranan dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembeli. Elemen-elewmen dari orang (people) adalah pegawi perusahaan dan konsumen. Semua sikap dan tindakan karyawan, bahkan cara berpakian karyawan dan penampilan karyawan memppunyai pengaruh pada persepsi konsumen atau keberhasilan penyampaian jasa.

Semua karyawan yang berhubungan dengan konsumen dapat disebut sebagai tenaga penjual. Oleh karena itu, penting kiranya semua perilaku karyawan jasa harus diorentasikan kepada konsumen. Itu berarti organisasi jasa harus merekrut dan mempertahankan karyawan yang mempunyai skill, sikap, komitmen, dan kemampuan dalam membina hubungan baik dengan konsumen.

  1. Sarana Fisik (physical evidence)

Sarana fisik menurut Zeithaml dan Britner yang kembali dikutip oleh Hurryiati (2005:63) merupakan salah satu hal yang secara nyata turut mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan menggunakan produk jasa yang ditawarkan. Unsur-unsur yang termasuk di dalam sarana fisik antara lain lingkungan fisik, dalam hal ini bangunan fisik, peralatan, perlengkapan, logo, warna dan barang barang lainnya yang disatukan dengan service yang diberikan seprti :voucher, sampul,tiket,label, dan lain sebagainya.

  1. 7.             Proses (process)

Proses menurut Ziethaml dan Britner yang juga dikutip oleh Hurryati (2005:64) merupakan sebuah prosedur actual, mekanisme, dan aliran aktivitas yang digunakan untuk menyampaikan jasa. Elmen proses ini mempunyai arti upaya perusahaan dalam menjalankan dan melaksanakan aktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Untuk perusahaan jasa, kerjasama antara pemasaran dan oprasional sangat penting dalam proses ini, terutama dalam melayani segala kebutuhan dan keinginan konsumen.

Seluruh aktivitas kerja adalah poses. Proses melibatkan prosedur-prosedur, tugas-tugas . jadwal-jadwal, mekanisme-mekanisme, aktivitas-aktivitas dan rutinitas-rutinitas dengan apa produk (barang atau jasa) disalurkan kepelanggan. Pentingnya elemen proses ini khususnya dalam bisnis jasa disebabkan oleh persedian jasa yang tidak disimpan.

 

  1. C.                Pengertian Strategi dan Strategi Pemasaran
    1. 1.           Pengertian Strategi

Terdapat berbagai macam definisi strategi ditinjau dari segi perusahaan, definisi yang diberikan oleh penulis buku strategi perusahaan yang satu berbeda dengan definisi penulis yang lainnya dan belum ada kesatuan definisi yang dapat diterima oleh berbagai pihak. Berikut ini dibrikan berbagai definisi strategi yang dikutip oleh Supriyono (1998:7) dari berbagai penulis.

  1. Menurut Ansolf, strategi adalah aturan untuk pembuatan keputusan dan penentuan garis pedoman. Strategi juga disebut konsep bisnis.

b. Menurut Uyterhoeven, stratego corporate adalah usaha pencapaian tujuan dengan memberikan arah keterkaitan perusahaan

  1. Menurut Newman dan Logan, strategi master adalah perencanaan yang melihat kedepan yang dipadukan dalam konsep dasar atau misi perusahaan.

d. Menurut Christine, strategi adalah pola-pola berbagai tujuan dan kebijakasanaan dasar dan rencana-rencana untuk mencapai tujuan tersebut, dirumuskan sedemikian rupa sehingga jelas usaha apa yang sedang dan akan dilaksanakan oleh perusahaan, demikian juga sifat perusahaan baik sekarang maupun dimasa yang akan datang.

  1.   Menurut Chalder, Strategi adalah penentuan dasar goals jangka panjang dan tujuan perusahaan serta pemakian cara-cara bertindak dan alokasi sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
    1. Menurut Glueck, strategi adalah satu kesatauan rencana yang komperhensif dan terpadu menghubungkan kekuatan strategi perusahaan dengan lingkungan yang dihadapinya, kesemuanya menjamin agar tujuan perusahaan tercapai.

Dari berbagai macam definisi strategi perusahaan tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan pokok sebagai berikut:

  1. Strategi perusahaan adalah satu kesatuan rencana perusahaan yang komperhensif dan terpadu yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
  2. Dalam menyusun strategi perlu dihubungkan dengan lingkungan perusahaan saat ini maupun masa depan karena lingkungan menentukan kekeuatan dan kelemahaan perusahaan, sehingga dapat disusun kekuatan strategi perusahaan.
  3. Dalam pencapain tujuan perusahaan terdapat berbagai macam cara atau alternatife strategi yang perlu dipertimbangkan dan harus dipilih.
  4. Strategi yang dipilih akan diimpelmentasikan dan dikendalikan oleh peusahaan dan akhirnya memerlukan evaluasi terhadap strategi tersebut,

2. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana menyeluruh terpadu dan menyatu dibidang pemasaran yang memberikan panduan tengtang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahaan. Dengan kata lain, strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, pada masing-masing tiingkatan dan acuan serta alokasinya terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi persaingan yang selalu berubah.

Philip Kotler mendefinisikan strategi pemasaran adalah suatu proses dimana dilakukan analisis kesempatan, pemilihan sasaran, pengembangan strategi, perumusan rencana, dan pengimplementasian serta pengawasan.

Oleh karena itu, penentuan strategi pemasaran harus didasarkan atas analisis lingkungan dan internal perusahaan melalui analisis keunggulan dan kelemahan perusahaan serta dari lingkungannya. Strategi terdiri dari berbagai unsur yang dapat ditimbulkan oleh analisis dari lanjuatan tiap-tiap sasaran.

Kennth R. Andrews yang dikutip oleh Alma dan Buchari (2005:199) mengemukakan bahwa: “Strategi pemasaran adalah pola keputusan dalam perusahaan yang menentukan dan mengungkapkan sasaran, maksud atau tujuan serta merinci jangkauan bisnis yang akan dikejar oleh perusahaan.

Strategi pemasaran yang telah ditetapkan dan dijalankan, harus di nilai kembali apakah masih sesuai dengan keadaan atau kondisi saat ini. Penilaian dan evaluasi ini menggunakan analisis keunggulan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman. Hasil penilaian atau evaluasi ini digunakan sebagai dasar menentukan apakah strategi yang sedang dijalankan perlu diubah, sekaligus digunakan sebagai landasan untuk menyusun atau menentukan strtegi yang akan dijalankan pada masa yang akan datang.

Kebijaksanaan untuk menentukan strategi pemasaran pada dasarnya ditujukan untuk menilai kebutuhan konsumen, serta kemampuan perusahaan guna memperoleh suatu keungulan dalam melakukan persaingan dipasar. Merancang sebuah program pemasaran strategis yang  efektif melibatkan tiga keputusan yang saling berkaitan :

  1. Menempatkan tujuan spesipik yang akan dicapai didalam pasar sasaran seperti volume penjualan, pangsa pasar dan kemapuan menghasilkan laba.

b. Memutuskan strategi pemasaran secara mneyeluruh untuk menarik pelanggan dan untuk memperoleh keunggulan kompetitif dalam pasar sasaran.

  1. Membuat keputusan tentang setiap elemen dari program pemasaran yang digunakan untuk menjalankan strategi tersebut.

 

D. Unsur-unsur Strategi Bersaing

Strategi bersaing yang efektif meliputi tindakan-tindakan ofensif ataupun defensive guna menciptakan posisi yang aman (defendable position) ketiga kekuatan persaingan. Menurut Porter (2001:27), ada tiga unsur-unsur strategi bersaing perusahaan yang biasanya diterapkan yaitu

 

  1.     Penempatan Posisi (positioning)

Strategi diangap sebagai pembangunan pertahanan terhadap kekuatan-kekeuatan-kekutan persaingan atau pencarian posisi dalam industri dimana kekutan-kekuatan tersebut paling lemah. Pengetahuan tentang kemampuan perusahaan dan tentang sebab-sebab dari kekuatan persaingan akan memperlihatkan daerah-daerah dimana perusahaan perlu menghindarinya.

  1. 2.     Mempengaruhi keseimbangan

Perusahaan yang menyusun strategi yang lebih ofensif, sosok (posture) ini dirancang untuk lebih dari sekedar mengulangi kekuatan-kekuatan persaingan itu sendiri, melainkan juga untuk mengubah penyebabnya. Inovasi dalam pemasaran dapat meningkatkan identifikasi merek atau jika tidak, maka mendenferensiasikan produk. Keseimbangan kekuatan merupakan sebagian akibat dari factor-faktor eksternal dan sebgian lagi dalam kendali perusahaan.

  1.  Memanfaatkan Perubahan

Evolusi industri secara strategis penting karena evolusi tentu saja menyebabkan perubahan pada sumber-sumber struktural persaingan. Dalam pola siklus hidup produk dari pengembangan industri yang sudah kita kenal, misalnya, tingkat pertumbuhan berubah, periklanan dikatakan menurun dengan makin menjadi dewasanya bisnis, dan perusahaan cenderung melakuakan integritas secara vertical.

Dari definisi diatas, strategi bersaing mencakup sejumlah pendekatan yang mungkin :

1. Menempatkan perusahaan dalam posisi sedemikian hingga kemampuannya memberikan pertahanan yang terbaik untuk menghadapi rangkaian kekutan persaingan yang ada.

  1. 2.  Mempengaruhi keseimbangan kekuatan melalui gerakan strategis, dan karenanya memperbaiki posisi relatif perusahaan.

3. Mengantisipasi pergeseran pada faktor-faktor yang menjadi penyebab kekuatan persaingan dan menanggapinya, sehinnga karenanya memanfaatkan perubahan dengan memilih strategi yang cocok dengan keseimbangan persaingan yang baru sebelum lawannya menyadari.

 

  1. E.         Pengertian Produk  dan Sosialisasi Promosi Produk
    1. 1.          Pengertian Produk

Dalam perspektif pemasaran sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Amirullah dan Hardijanto (2005:136), Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan (attention), dimiliki (acqualistion), digunakan (use), atau dikonsumsi (consumstion), dan adapat memberikan kepuasan terhadap keingian dan kebutuhan pasar. Berdasarkan definisi tersebut maka tergolong dalam pengertian produk antara lain; objek secara fisik (sepeda motor, mobil, elektronik, mebel, dll), orang (artis, mentri, pelawak,atlit dll),  tempat (taman rekreasi, tempat parkir, gedung pertunjukan,dll), organisasi (oragnisasi politik, LSM, organisasi kampus,yayasan, dll), dan ide (pemikiran dan konsep).

Sedangkan menurut Alma (2005:139), memberikan definisi tentang produk yaitu “ Seperangkat atribut baik yang berwujud maupun tidak berwujud, termasuk didalamnya masalah warna, harga, nama baik pabrik, serta pelayanan pengecer yang diterima oleh pembeli guna memuaskan keinginannya”

Berikutnya Kotler memberikan definsi tentang produk yang kembali dikutip oleh Alma (2005:140) sebagai beriikut: “Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan dipasar, untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk terdiri atas barang, jasa, pengalaman, events, orang, tempat kepemilikan, organisasi, informasi dan ide.

 

Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa produk adalah barang berwujud ataupu tidak berwujud berupa barang. jasa pengalaman, events, orang, tempat kepemilikan, organisasi, informasi dan ide yang dapat ditawarkan dipasar untuk diperhatikan, digunakan, dimiliki, atau dikonsumsi agar dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

  1. 2.       Sosialisasi Promosi Produk.

Sejalan  dengan terjadinya revolusi industri, keadaan ekonomi berubah akibat adanya penemuan baru bidang pengetahuan dan teknologi. Sejak saat itu, perekonomian dan perindustrian berkembang pesat dimana produsen dapat menghasilkan barang dan jasa secara besar-besaran. Akibatnya, apa yang ditawarkan oleh produsen kepada masyarakat tidak selalu sesuai dengan permintaan sehingga keberadaan produsen tidak banyak memberi arti bagi masyarakat.

Dewasa ini kondisi tersebut di atas sudah beralih dimana masyarakat yang  menciptakan penawaran. Produk dan jasa yang dihasilkan harus sesuai dengan permintaan dan preferensi masyarakat. Dengan demikian, produsen barang dan jasa harus mengenal target masyarakat yang dituju dan kebutuhan serta kemampuannya.

  1. a.       Tujuan Promosi dan Sosialisasi

Walaupun promosi sering dihubungkan dengan penjualan, tetapi kenyataannya promosi mempunyai arti yang luas. Promosi dapat diartikan sebagai setiap aktivitas yang ditujukan untuk memberitahukan, membujuk atau mempengaruhi masyarakat untuk tetap menggunakan produk dan jasa yang dihasilkan. Dalam kaitannya dengan perusahan distributor dan pengadaan jasa pertanian, kegiatan promosi yang dimaksud adalah suatu proses memberitahukan dan mempengaruhi masayarakat  untuk selalu memanfaatkan prodak ,jasa yang ditawarkan oleh CV.Widya Multi Sarana.

Pada dasarnya tujuan promosi dan sosialisasi perusahan adalah membangun hubungan kerja sama dengan berbagai komponen masyarakat dan perusahaan BUMN dan Swasta yang mengelola komoditi perkebunan. Melalui kerja sama yang erat, diharapkan masyarakat petani  merasa memiliki sehingga hasil dari manfaat produk yang ditawarkan bisa menambah nilai plus pada hasil produksi yang dihasilkan oleh komoditi itu sendiri.

Namun, pada umumnya suatu aktivitas promosi dan sosialisasi mempunyai   tujuan sebagai berikut:

  1. Memperkenalkan

Promosi diharapkan dapat menyampaikan pesan pada petani  dan pengelola perusahaan perkebunan yang dituju atau ditargetkan. Dengan demikian perlu dipilih cara yang sesuai dengan tujuan yang ditargetkan. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

–          Menentukan target audiens

–          Menentukan jumlah target audiens

–          Memilih media yang paling sesuai

 

  1. Menarik perhatian

Aktivitas promosi harus dikemas dalam bentuk yang menarik perhatian, agar konsumen tertarik dan menyimpan pesan yang disampaikan dalam memori pikiran mereka. Cara yang dilakukan pada umumnya memberikan sponsor pada suatu acara tertentu, menggunakan tokoh masyarakat setempat, menonjolkan keunggulan dari program-program yang diperkenalkan.

 

 

 

  1. Pemahaman

Promosi yang direncanakan dengan baik akan memudahkan konsumen memahami pesan yang disampaikan kepadanya. Pesan yang jelas dan penggunaan media yang tepat dan kemasan cerita yang menarik mampu menyampaikan pesan kepada pengguna secara cepat dan tepat.

  1. Perubahan sikap

Setelah promosi dapat dipahami, perusahaan mengharapkan suatu tanggapan dari calon pembeli terhadap promosi tersebut.

  1. Tindakan

Tujuan akhir  promosi adalah mempertahankan keberadaan konsumen melalui peningkatan hasil yang dicapai akibat meningkatnya pengguna yang memanfaatkan barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan. Oleh karena itu, tujuan akhir promosi adalah menimbulkan tindakan calon pengguna yang dituju untuk memanfaatkan barang dan jasa yang dipromosikan.

  1. b.       Melaksanakan Kunjungan

Setelah mempelajari tokoh kunci di wilayah pemasaran, disusun jadwal kunjungan nama tempat, kelompok tani, koprasi unit desa, perusahaan perkebunan  yang dikunjungi, apa yang akan disampaikan, dukungan yang diharapkan, tempat bertemu dan waktu yang tepat untuk berkunjung. Kunjungan dapat dilakukan, baik secara formal maupun informal serta memanfaatkan kegiatan dan forum yang sudah ada.

Pada pertemuan secara personal maupun di dalam forum, diperkenalkan kegaiatan perusahaan dan produk yang ingin disampaikan. Pada kesempatan tersebut diluangkan pula waktu diskusi bagi para petani untuk mengenal lebih dalam produk dan sarana pertanian yang akan ditawarkan. Bagi pengelola perusahaan penyuluhan dan diskusi juga dimanfaatkan untuk menyelami harapan, keinginan, dan dukungan kelompok tani. Pada pertemuan tersebut, disebarkan pula leaflet, brosur aplikasi produk, baju sarana promosi dan cendera mata.

Waktu kunjungan yang dinilai tepat adalah pada saat ada pertemuan dimana, lembaga formal yang dapat dikunjungi adalah dinas-dinas dan pemda di kabupaten, BIPP, BPP, kantor kecamatan, dan kantor desa, juga dapat meminta tokoh kunci, untuk dapat mengunjungi kelembagaan nonformal, seperti, kelompok tani, karang taruna, wanita tani, koprasi unit desa (KSU). Aktivitas perkenalan sangat mempengaruhi penerimaan masyarakat dan tingkat keterlibatan mereka pada saat program berjalan. Penjelasan disampaikan dengan lugas tentang penggunaan produk sarana pertanian yang baik demi meningkatkan hasil produksi pertanian.

 

F. Pengertian dan Jenis-jenis Pelanggan

  1. 1.       Pengertian Pelanggan

Pemahaman tentang perilaku pelanggan sangat penting dan merupakan dasar dalam perumusan strategi pemasaran. Rekasi konsumen pada srategi pemasaran ini menentukan sukses atau gagalnya organisasi didalam upaya memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapannya. Diharapkan itu memberikan dampak yang sangat signifikan tehadap masyarakat yang lebih luas, dimana kejadian (proses keputusan pembelian) tebut terjadi.

Menurut Setiawan dalam Siaksoft.com, pelanggan adalah orang,intansi atau lembaga yang mebeli barang dan jasa kita secara rutin atau berulang-ulang, karena barang dan jasa yang dibeli.

Sedangkan menurut Sugito dalam wirausaha.com, mendefinisikan pelanggan adalah setiap orang, unit atau pihak dengan siapa kita  berinteraksi, baik langsung maupun tidak langsung dalam penyedia produk.

Lain halnya dengan Supranto dan Limakrisna (2007:33), menurutnya pelanggan adalah semua orang yang menunut kita atau perusahaan untuk memenuhi standar kualiatas tertentu yang akan memberikan pengaruh pada perfromasi kita atau perusahaan.

 

Dari berbagai macam definisi pelanggan tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa pelanggan adalah individu atau kelompok yang menginginkan barang dan jasa yang berkualitas yang mempunyai standar tertentu sesuai dengan harapan

pembeli agar barang dan jasa tersebut dapat secara rutin dan berulang-ulang dibeli.

2. Jenis-jenis Pelanggan

Pelanggan adalah raja. Oleh karena itu, apapun produk dan yang dihasilkan sebuah perusahaan haruslah berorentasi kepada kepuasan pelanggan sebagai target pasarnya agar laris.

Menurut Sugito dalam wirausaha.com, pada dasarnya ada dua jenis pelanggan, yaitu:

  1. Pelangan ekstrnal, yaitu orang industri yang menerima suatu produk (end-user). Pelanggan eksternal setiap industri adalah masyarakat umum yang menerima produk industri tersebut. Beberapa hal yang diperlukan oleh pelanggan eksternal adalah:
    1. Kesesuaian dengan kebutuhan akan produk.
      1. Harga yang kompetitif.
      2. Kualitas dan realibilitas.
      3. Pengiriman yang tepat waktu.
      4.   Pelayanan purna jual.
      5. Pelanggan internal, yaitu orang yang melakukan proses selanjutnya dari suatu pekerjaan (net process). Pelanggan internal merupakan seluruh karyawan dari suatu industri yang diperlukan pelanggan internal adalah:
        1. Kerja kelompok dan kerjasama
        2.    Struktur dan sistem efisien
        3.    Pekerjaan yang berkualitas
        4.    Pengiriman yang  tepat waktu

 

G. Kerangka Pikir

Adapun alur pikir yang disusun berdasarkan sistematika analisis dan alat analisis yang digunakan dalam memecahkan masalah adalah sebagai berikut.

Dijelaskan bahwa kerangka dalam penelitian ini,  dimulai dari Penempatan posisi (positinioning) yang berorentasi pada harga, dan kemudahan sistem pembayaran yang diberikan pada konsumen, dan selanjuatnya  untuk pemasaran dalam pendistribusian barang CV. Widya Multi Sarana  bekerjasama dengan tim gabungan khusus (gasus), yang berperan dalam pemasaran produk serta mempromosikan dan mensosialisasikan produk dengan cara pengenalan aplikasi/demoplot.

Sesuai strategi penempatan posisi dan promosi sosialisasi produk tersebut, maka dapat diketahui seberapa banyak peningkatan nilai penjualan.

 

GAMBAR 1.

Bagan Alur Kerangka Pikir

 

                           PABRIKAN

            CV.WIDYA MULTI SARANA

                          PENJUALAN                                       

        Agrochemical dan Non Agrochemical

Agromical    dan  Non  Agromical                           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– PLASMA

– PETANI

 

 

 

 – BUMN

– PERKEBUNAN SWASTA  

 

 

GASUS PENYULUHAN

 

 

 

               PENINGKATAN PENJUALAN PENDAPATAN

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. H.               Hipotesis

Berdasarkan masalah pokok dan tinjauan  pustaka yang telah dikemukakan sebelumnya, maka hipotesis yang dajukan adalah:

“Diduga bahwa strategi yang digunakan CV.Widya Multi Sarana dalam memasarkan produk agrochemical dan Non Agrochemical Promosi produk dapat mempengaruhi peningkatan penjualan ”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODE  PENELITIAN

 

 

 

  1. A.      Tempat Dan Waktu Penelitian

 

Penelitian ini dilaksanakan sehubungan  dengan dilaksanakanya Kuliah Kerja Lapang (KKLP) Program Magang  Angkatan XXII  Tahun 2010/2011 pada CV.WIDYA MULTI SARANA Makassar yang beralamat di Jalan Anggrek Raya Komplek Ruko panakukang Permai No 33-35 Makassar.

Waktu penelitian dan penullisan sejak persiapan sampai tahap penyusunan laporan ini dilaksanakan kurang lebih dari dua bulan.

 

B . Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  sebagai berikut :

  1. Penelitian pustaka ( libery research) yaitu pengumpulan data teoritis dengan cara menelaah berbagai buku literatur dan bahan pustaka lainnya yang berkaitan dengan  masalah yang dibahas.
  2. Penelitian lapang ( Field research)yaitu pengumpulan data lapang dengan cara sebagai berikut :
    1. Observasi,  yaitu melakukan pengamatan secara langsung pada obyek penelitian dan mengumpulkan data yang diperlukan
    2. .Wawancara , yaitu mengadakan tanya jawab kepada pihak-pihak yang terkait didalam perusahaan , dalam mendapatkan data yang diperlukan.
  1. C.             Jenis Dan Sumber Data
    1.  jenis Data

Adapun Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

  1. a.  Data kualitatif, yaitu data yang diperoleh berupa keterangan –keterangan yang mendukung    penelitian ini, seperti keadaan perusahaan , struktur organisasi perusahaan dan keterangan keterangan lainnya.

b. Data kuantitatif , yaitu data yang berupa anngka –angka seperti data peningkatan jumlah pelanggan.

 

2. Sumber Data

  1. Data primer , yaitu data yang diperoleh secara langsung dari perusahaan berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pimpinan dan karyawan.
  2. b.   Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari dokumen perusahaan, berupa laporan  tertulis yang dibuat secara berkala.

 

 

  1. D.        Definisi Konsep

Sehubungan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka untuk menyamakan persepsi tentang variable yang digunakan diberikan pengertian dan uraian melalui definisi konsep sebagai berikut :

 

  1. CV.WIDYA MULTI SARANA Makassar adalah suatu perusahaan  perseroan yang bergerak dibidang  jasa pengadaan  dan distributor sarana pertanian dan perkebunan untuk wilayah pemasaran Sulawesi dan Maluku .
  2. CV.WIDYA MULTI SARANA merupakan salah satu distributor tungggal yang ditunjuk langsung  oleh Pabrikan yang memproduksi kebutuhan  sarana dan prasarana pertanian dan perkebunan untuk memasarkan dan mendistribusikan produk bahan dan alat pertanian, kepetani  dan perkebunan  baik yang dikeloala Swasta maupun BUMN.
  3. Pemasaran adalah kegiatan yang sangat kompleks dan tidak hanya menyangkut upaya menawarkan suatu produk kepada konsumen tetapi juga menyakut proses terjadinya barang tersebut ditawarkan kepada konsumen sampai dampak setelah konsumen mengkonsumsi suatu produk.
  4. Unsur-unsur strategi bersaing yang efektif meliputi tindakan ofensif guna menciptakan posisi yang aman ( defedable position) sebagai kekuatan persaingan seperti : penempatan posisi , mempengaruhi keseimbangan dan memanfaatkan perubahan.
  5. Pelanggan adalah individu atau kelompok yang menginginkan barang dan jasa yang berkualitas yang mempunyai standar tertentu sehingga sesuai dengan harapan pembeli agar barang dan jasa tersebut dapat secara berkelanjuatan dan berulang-ualang dibeli.
  6. Promosi dan Sosialisasi produk adalah bagian dari bauran pemasaran yang besar peranannya. Promosi merupakan kegiatan-kegiatan yang aktif dilakukan perusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan. Promosi juga dikatakan sebagi proses berlanjut karena dapat menimbulkan rangkaina kegiatan perusahaan yang selanjutnya. Karena itu promosi dipandang sebagi arus informasi atau persuasi  satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseoarang atau organisasi agar melakukan pertukaran dalam pemasaran. Kegiatan dalam promosi ini pada umumnya adalah periklanan, personal selling, promosi penjualan, pemasaran langsung, serta hubungan masyarakat dan publlisitas

 

 

 

 

 

E.      Metode Analisis

Untuk menguji hipoteses yang diajukan , digunakan analisis sebagai berikut :

Analisis Deskriftif, yaitu analisis yang digunakan untuk menjelaskan strategi promosi yang dimanfaatkan oleh CV. Widya Multi Sarana dalam upaya memasarkan produk alat dan bahan pertanian guna meningkatkan hasil produksi  pertanian dan perkebunan dalam meningkatkan jumlah penjualan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

  1. A.         Sejarah Singkat perusahaan

Pada bulan  April tahun 2005 cv. Widya Multi Sarana resmi berdiri dan di notariskan sebagai perusahan perseroan, dan pada saat itu berkantor di Jl.Todoppuli VI No.4 Makassar, dalam perjalanannya sebagai perusahaan jasa, distributor pengadaan bahan dan alat-alat pertanian mulai mengembangkan sayapnya dengan bermitra dengan Pabrik Pupuk dan Pormulator PT.Petrosida Gersik, ditunjuk untuk menjadi distributor  tunggal dalam memasarkan produk Herbisida dan Pestisida untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Pasar yang dituju pada saat itu adalah, PT.Perkebunan Nusantara XIV (persero) dari mulai unit PG.Takalar, PG. Bone, PG Camming dan PKS (Pabrik Kelapa Sawit) unit Beteleme, pemasaran selanjutnya melebar ke Sulawesi Tenggara tujuan utama pasar pada saat itu adalah perkebuan kelapa sawit yang dibuka dikabupaten Kolaka selatan yang dikelola perusahaan swasta, bukan hanya bahan dan alat-alat pertanian saja yang dipasarkan pada saat itu di Sulawesi Tenggara tetapi hampir 85% untuk bibit kelapa sawit yang disupalai guna memenuhi perminataan kebutuhan penanaman bibit kecambah kelapa sawit baru di perkebunan milik PT. Damai Jaya Lestari Sulawesi Tenggara dipenuhi oleh CV. Widya Multi Sarana didatangkan langsung dari Medan yakni bermitra dengan PPKS  dan PT. Marihat yang memproduksi bibit unggul kelapa sawit.

Tahun 2006 Pabrikan Pupuk dan Pormulator  PT.Petrokimia Kayaku menggandeng menjadi mitra CV.Wiyada Multi Sarana dan menunjuk sebagai distributor tungal untuk memasarkan produk pupuk hayati/bio fertilizer,  untuk pemasaran Pulau Sulawesi dan Maluku.

Seiring perjalanan sang waktu CV.Widya Multi Sarana membutuhkan gudang untuk penampungan pupuk dan pormulator sementara agar lancarnya pendistribusian barang, maka pihak menejemen memutuskan, pada awal tahun 2008 untuk memindahkan tempat kegiatan usaha ke alamat barunya di JL.Todoppuli Raya Komplek Ruko Panakukang Permai Blok H/17 No.33-35 Makassar dan berjalan sampai saat ini.

 

Misi dan Visi Perusahaan

  1. Misi: CV. Widya Multi Sarana memberikan pelayan kepada konsumen, yang prima dengan harga yang kompetitif serta mengelola usaha dengan cara yang terbaik dengan Busines partner yang sinergi.
  2. Visi: Menjadi penyelenggara jasa pengadaan produk Agrchemical dan Non agrochemical yang loyal dan menjalin kerjasama dalam kemitraan, dalam mengedepankan kualiatas hasil pertanian, perikanan, dan perkebunan.
    1. B.         Stuktur Organisasi

DIREKTUR

 

WAKIL DIREKTUR

BAG. ADMINISTRASI DAN KEUANGAN

BAG. PEMBELIAN       BAG. PERGUDANGAN      BAG. PENJUALAN

 

Dengan melihat lebih dalam suatu perusahaan, anatomi suatu usaha akan kita temukan. Anatomi tersebut tidak lain adalah suatu kerangka sebagaimana dalam tubuh kita terdapat pembagian tugas, wewenang, tanggung jawab dan lain-lain sebagaimana yang lazim dinamakan struktur organisasinya.

CV. Widya Multi Sarana Makassar sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengadaan dan yang ditunjuk oleh, pabrikan yang memproduksi produk pupuk dan pormulator dalam pendistribusiannya. Organisasi merupakan alat yang dibentuk untuk mencapai tujuan perusahaan, baik tujuan jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Sementara itu struktur organisasi mencerminkan pembagian tugas dari berbagai bagian yang terdapat didalam organisasi tesebut, agar tidak terjadi tumpang tindih dalam melaksanakan tugas oleh para karyawan.

Adapun pembagian tugas pada CV. Widya Multi Sarana Makassar terdiri dari bagian utama mencakup bersama dari fungsi masing-masing bagian yaitu sebagai berikut:

  1. Direktur

Direktur adalah pimpinan peruahaan yang bertangung jawab atas seluruh aktivitas perusahaan baik yang bersifat intern maupun ekstern. Direktur mengambil kebijaksanaan yang akan dijalankan perusahaan dan mendelegasikan wewenang kepada wakil Direktur jika berhalangan.

  1. Wakil Direktur

Wakil Direktur bertugas dan bertanggung jawab membantu Direktur dalam melaksanakan tugasnya dan menggantikan Direktur jika berhalangan.

  1.   Bagian Administrasi dan Keuangan

Bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengelolaan anggaran dan keuangan dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik, pengelolaan pajak dan asuransi yang efektif serta penyajian laporan keuangan dan akuntansi dan tepat waktu.

 

 

 

Adapun tugas uraian bagian ini adalah:

  1. Menyusun kebijakan anggaran dan proyeksi keuangan

perusahaan

  1. Mengendalikan anggaran investasi dan anggaran oprasi.
  2. Mengendalikan arus kas dan pendapatan.
  3. Mengendalikan arus kas pembiyaan.
  4. Melakukan pengelolaan keuangan.
  5. Melakukan analisis dan evaluasi laporan keuangan perusahaan.
  6. Menyusun laporan keuangan konsolidasi.
  7. Menyusun laporan rekonsilasi keuangan.
  8. Menyusun dan menganalisa kebijakan resiko dan penghapusan

asset.

  1. Melakukan penelolaan pajak dan asuransi.
  2. Menyusun dan mengolah manajemen mutu.
  3. Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik
    1. Menyusun laporan manajemen dibidangnya.

 

4. Bagian Pembelian

Bagian ini bertugas menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan persedian/pengadaan barang. Mengatur dan menempatkan persedian barang agar tidak mudah rusak, karena pemindahan barang dari satu tempat ketempat lain memerlukan keahlian tertentu sehingga tidak mempersulit pengawasan.

Dengan demikian ketepatan penggunaan waktudan peralatan terpenuhi.

5. Bagian Penjualan

Bagian penjualan bertugas membantu Direktur dibidang penjualan serta melaksanakan penagihan yang mendatangi para pelanggan kemudian hasilnya dilaporkan kepada pimpinan.

 

6. Bagian Pergudangan

Terdiri atas kepala gudang, adaministrasi gudang, driver gudang dan office boy

Kep. gudang

 

Adm. Gudang            Driver gudang           Office boy

 

  1. C.    Perencanaan Strategi

Ada dua unsur-unsur strategi yang diterapkan oleh CV. Widya Multi Sarana Makassar dalam meningkatkan jumlah pelanggan dan meningkatkan penjualan.

  1.  Penempatan Posisi (positioning)

Strategi penempatan posisi (positioning strategy) merupakan cara atau upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk membangun citra atau identitas dibenak konsumen untuk produk, merk atau lembaga. Strategi penempatan posisi juga menerapkan bagaimana membangun persepsi relatif suatu produk dibanding produk lain. Oleh karena itu, untuk membangun kekuatan-kekuatan perusahaan penerapan strategi penempatan posisi ini perlu direncanakan sebaik mungkin.

Sesuai perencanaan strategi ini, PT. Petrokimia kayaku telah menunjuk CV. Widya Multi Sarana untuk menjadi distributor tunggal untuk pemasaran pupuk hayati (bio pertilizer) Petro Bio, untuk pemasaran pulau Sulawesi dan Maluku, produk ini memiliki keunggulan dibanding dengan pupuk hayati cair, formula pupuk petrobio  garanular/butiran yang mengandung kompleks mikroba tanah yang unggul dan efektif dalam meningkatkan/mengembalikan kesuburan tanah secara alami/biologi, kandungan mikroba tersebut adalah mikroba Asppergillus niger, pincilium sp, pantoea sp, Azosprilium sp, dan Sterptomyces sp, mikroba yang akan merubah unsur hara yang diperlukan tanaman secara teratur guna mempercepat masa penen dan meningkatkan hasil panen.

Strategi positioning selain produk atau merk adalah harga, dibanding dengan produk competitor lainnya, CV. Widya Multi Sarana menawarkan harga jual untuk produk pupuk petrobio dengan harga bersaing, ditambah dengan menawarkan sistem pembayaran kredit untuk perusahan perkebunan yang mengaplikasikan herbisida dan  pupuk petrobio pembayaran yang diberikan dua bualan setelah barang diterima dan penawaran ini berlaku juga untuk produk Fredum Teknik /mesin pertanian,dan material pabrik.

Sistem pasca bayar juga diberlakukan untuk pembelian lebih dari dua ton pupuk petrobio/bio fertilizer untuk Kelompok Tani, Koprasi Unit Desa, artinya kemudahan untuk pembayaran diberikan agar merangsang kreativitas petani agar lebih bersungguh-sungguh dalam mengelola pertaniannya dengan baik   agar hasil panen nanti diharapkan akan lebih maksimal dan kredit yang diberikan bisa ditutupi setelah hasil panen tiba.

  1. Promosi Sosialisasi Produk

Promosi dan Sosialisasi merupakan pengertian yang mencakup proses memahami dalam dua arah, yaitu: 1) masyarakat memahami dan mengetahui kegiatan usaha sebagai penyedia jasa dan pengadaan barang dan alat-alat pertanian, 2) pengelola perusahaan memahami kebutuhan masyarakat dan pengguna jasa.  Menurut pengertian pertama,  definisi sosialisasi adalah: kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk memperkenalkan produk pertanian dan aplikasi produk dan manfaat-manfaat yang diperoleh dari hasil demoplot (uji aplikasi percobaan produk). Pada pengertian ke dua, sosialisasi adalah proses pengelola perusahaan membina dengan penyuluhan dan memahami kenginan  konsumen akan pentingnya penggunan pemakian prduk dan alat, bahan pertanian  untuk hasil yang maksimal.

Proses sosialisasi dapat dimaknai sebagai membuka pintu gerbang kelompok dan masyarkat agar produk dan program perusahan diterima dan mendapat sambutan dengan baik. Hal ini akan menentukan dukungan dan keterlibatan pihak yang terkait didalamnya. Keadaan demikian menjadi dasar yang kuat bagi terjalinnya hubungan kemitraan dengan petani dan pengusaha perkebunan yang dikelola BUMN maupun yang dikelola Perusahaan Swasta.

Dalam pengembangan usaha pasar selanjutnya bukan hanya proyek perkebunan saja tetapi, strategi pemasaran yang diusung selanjuatnya adalah ke  kelompok tani tambak perikanan air tawar dan payau, kelompok tani tanaman komoditas perkebunan, kelompok tani tanaman pangan dan palawija  dengan gencar melakukan promo sosialisi aplikasi produk atau demoplot (demo aplikasi produk), yang hasil dari demoplot  tersebut para petani bisa menyaksikan langsung hasil kerja produk pupuk dan pormulator yang diaplikasi, antusias positif dari petani menjadi umpan balik bagi perusahan dengan mudah memasarkan pormulator dan pupuk hayati/bio fertilizer agar menjadi dasar bahwa strategi promo sosialisasi aplikasi produk adalah tepat dijadikan strategi penjualan.

 

Program khusus pun selalu dikemas pada setiap tahunnya selain sarana promosi yang diberikan dalam bentuk barang dan cendramata, CV. Widya Multi Sarana juga menyediakan peket liburan gratis akhir tahun yang seluruh akomodasi perjalanan ditanggung semuanya oleh perusahaan. Program liburan akhir tahun ini berlaku untuk kios–kios yang tersebar disetiap daerah yang memasrakan produk pupuk Bio Fertilizer Petribio jika target penjualan setaiap bulannya mencapai dua ton dalam penjualan setiap bulannya dalam kurun waktu satu tahun. Program ini bertujuan untuk memberikan motivasi pada saluran distribusi yang salah satunya kios-kios yang tersebar dibeberapa daerah untuk meningkatkan penjualan.

 

  1. D.      Analisis peningkatan jumlah penjualan Produk Agrochemical dan Non Agrochemical berdasarkan penerapan Strategi Sosialisasi dan Promosi Produk pada CV. Widya Multi Sarana.

Berdasarkan perencanaan strategi sosialisasi dan promosi produk yang telah dikemukakan pada bahasan sebelumnya, maka berikut ini dapat dilihat peningkatan jumlah penjualan CV. Widya Multi Sarana Makassar tahun 2005-2010 pada tabel berikut ini.

Tabel 3. Analisis Peningkatan Jumlah Penjualan Produk Agrochemical dan Non Agrochemical pada CV. Widya Multi Sarana Makassar Tahun 2005-2010 (Akhir Periode Desember 2010).

 

 

 

 

 

 

 

REALISASI PENJUALAN PRODUK AGROCHEMICAL DAN PERDUM TEKNIK

CV.WIDYA MULTI SARANA SARANA MAKASSAR

TAHUN

AGROCHEMICALS

NON AGROCHEMICAL

TOTAL

RATIO (%)

PENJUALAN

 

 

2005

383.969.800

342.567.054

726.536.854

2006

3.284.004.793

627.526.450

3.911.531.243

5,38%

 

2007

4.852.707.365

2.596.308.600

7.449.015.965

10,25%

 

2008

8.457.074.101

4.250.800.000

12.707.874.101

17,49%

 

2009

5.697.794.660

8.999.560.000

14.697.354.660

20,23%

 

2010

7.426.216.200

9.120.564.750

16.546.780.950

22,77%

    SUMBER: CV. WIDYA MULTI SARANA MAKASSAR /BAGIAN PENJUALAN  (2010)

 

Berdasarkan tabel diatas,dapat diketahui bahwa terus terjadi peningkatan jumlah penjualan produk agrochemical/bahan pertanian dan agrochemical/alat pertanian dan meterial pabrik dari tahun 2005 hingga tahun 2010.. Pada tahun 2005 penjualan untuk agrochemical dan perdum teknik dibukukan pada total penjualan Rp. 726.536.854,- meningkat ditahun 2006 dengan nilai penjualan Rp. 3,284.004.793 untuk penjualan agrochemical, sedangkan penjualan untuk predum teknik tercatat Rp627.526.450,- dan total penjualan yang dibukukan pada tahun 2006 sebesar Rp. 3.911.531.243,- atau naik 5,38% dari penjualan ditahun sebelumnya.

Tahun 2007 untuk angka penjualan naik menjadi 10.25% antara lain penjualan untuk agrochemical Rp. 4.852.707.365 dan non agrochemical Rp. 2.596.308.600,- dan total penjualan menjadi Rp 7.449.015.965,- tentu saja ada peningkatan yang signifikan dibanding penjualan pada tahun 2005-2006.

Permintaan akan kebutuhan pengadaan predum teknik/alat materal pabrik terjadi peningkatan di tahun 2008 karena pada tahun tersebut permintaan akan bahan material  pabrik untuk pengolahan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Sulawesi Tenggara telah dibangun  dan rencana dioprasikannya pabrik milik PT. Damai Jaya Lestrai tersebut awal tahun 2009,  tercatat dalam jurnal penjualan sebesar Rp. 4.250.800.000,- atau naik 1,64% dari total penjualan tahun sebelumnya, dan untuk produk agrochemical pada tahun 2008 tetap mendominasi peningkatan dari tahun sebelumnya yakni,  penjualan yang dibukukan sebesar Rp8.457.074.101,- dan total penjualan pada tahun 2008 sebesar Rp12.707.874.101,- atau meningkat menjadi 17,49% dari tahun 2007.

Pada tahun 2009 untuk penjualan produk agrochemical terjadi penurunan sebesar 0,67% dari penjualan pada tahun sebelumnya, tercatat pada nilai penjualan diakhir desember 2009 sebesar Rp.5.697.794.660,- dan untuk produk fredum teknik tetap menjadi fokus perhatian karena pada tahun 2009 supali barang terjadi cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan pengadaan untuk merealisasikan permintaan order material pabrik untuk Pabrik Gula yang dikelola PTPN XIV-BPPG,  yang akan memulai giling tebu untuk Unit PG.Takalar, Unit PG. Bone dan PG. Camming. Sebagian untuk produk predum teknik penjualan pada tahun 2009 suplai pengadaan barang teknik untuk  PT. Nusaina Group  yang beralamat di Jl. Raya Kobisonta kecamatan Seram Maluku Tengah mulai berjalan untuk memenuhi kontrak kerjasama pengadaan kebutuhan material pabrik akan di penuhi semuanya oleh CV. Widya Multi Sarana sampai tahun 2010. Dan pada akhir desember 2009, 65% kebutuhan material pabrik telah direalisasikan, dan total penjualan untuk predum teknik ditahun 2009 tercatat sebesar Rp. 8.999.560.000,-, total nilai penjualan produk agrochemical dan non agrochemical ditahun 2009 tercatat dalam buku penjualan sebesar Rp 14.697.354.660 atau, naik 20,23% dari tahun 2008.

Strategi promosi soasialisai produk khususnya dalam pemasaran pupuk hayati/bio pertilizer Petrobio ditahun 2008 mulai terlihat maksimal. Antusias dari para petani yang ingin memakai produk Pupuk Petrobio, yang tergabung dalam Kelompok Tani, Koprasi Unit Desa di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara yang selama ini dibina dalam pengawasan petugas khusus (gasus) yang ditugaskan oleh PT.Petrokimia Kayaku yang bekerjasama dengan CV. Widya Multi Sarana. Satuan Petuagas khusus bertugas meberikan penyuluhan,konseling seputar pertanian dan mengadakan demo produk (demoplot) yang masing-masing dalam kesempatan tersebut bisa menyampaikan hasil  dan kegunaan produk yang diproduksi PT. Petrokima kayaku yang didistribusikan oleh CV. Widaya Multi Sarana, hubungan kemitraan pun bisa terjalin baik dan menjadikan umpan balik yang positif untuk kedua belah pihak. Produk yang dipasarkan CV. Widya Multi Sarana untuk produk agrochemical dibukukan dalam periode desember 2010 sebesar Rp. 7.426.216.200,- atau naik 1,30% dari penjualan tahun 2009, sedangkan penjualan untuk produk predum teknik ditahun 2010 tetap mebuahkan hasil yang maksimal dibanding penjualan ditahun sebelumnya yaitu sebesar Rp. 9.120.564.750,- dan total penjualan akhir periode desember 2010 sebesar Rp. 16.546.780.950,- atau naik 22.77% dari penjualan tahun-tahun sebelumnya.

Bagi suatu perusahaan, kegiatan yang merupakan garis depan yang langsung berhubungan dengan konsumen adalah pemasaran. Salah satu kegiatan pemasaran yang berhubungan langsung dengan konsumen dan mempunyai peranan yang cukup besar  dalam menciptakan faedah suatu barang adalah saluran distribusi.

Saluran distribusi merupakan sub sebagian variable marketing mix (bauran produk) yaitu : plece atau distribution. Saluran distribusi ini merupakan suatu struktur yang menggambarkan alternatif saluran yang dipilih dan menggambarkan situasi pemasaran yang berbeda oleh berbagai perusahaan. Hanya dengan mengetahui bahwa suatu produk bermanfaat baginya, sebenarnya belumlah merupakan jaminan bahwa pembeli akan selalu setia dengan produk tersebut. Syarat lain yang perlu dipenuhi agar pembeli dapat setia pada produk tersebut adalah setiap pada saat produk tersebut dibutuhkan , pembeli dapat memperolehnya dengan mudah ditempat yang diinginkan atau tedekat, sebab, bagaimanapun sempurnanya suatu produk atau jasa tidak akan berarti apa-apa bila berada jauh dari jangkauaan konsumen.

Untuk menempatkan suatau barang dan jasa pada yang tempat yang tepat, kualitas yang tepat jumlah yang tepat harga yang tepat dan waktu yang tepat, dibutuhkan seluruan distribusi yang tepat pula. Bila perusahaan salah dalam dalam memilih saluran distribusi maka akan dapat mengganggu kelancaran arus barang atau juga dari perusahaan ketangan konsumen. Hal ini terjadi karena konsumen tidak mengenal produk atau juga tersebut ataupun bila sudah mengenalnya tetapi tidak melihatnya dipasar, maka konsumen akan beralih ke barang lain.

  • oleh karena, itu pemilihan saluran distribusi yang tepat akan bermanfaat dalam mencapai sasaran penjualan yang diharapkan.

Dalam hal ini petugas gabungan khusus (gasus) menjadi mata rantai yang tepat dalam sarana mempromosikan dan mensosialisaikan produk kepada konsumen, sebab mata rantai yang tepat  untuk perusahaan belum tentu tepat untuk perusahaan lain, begitu juga sebaliknya. Tepat kiranya hubungan kemitraan dengan kelompok petani dan pengusaha perkebunan harus terjalin baik demi mempertahankan tepat guna produk dalam pencapaian hasil yang maksimal, dan peningkatan jumlah penjualan yang pasti akan mempengaruhi pendapatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. A.   kesimpulan       

Berdasarkan uraian dari hasil penelitian dan pembahasan, maka ditarik beberapa  kesimpulan sebagai berikut :

  1. Terdapat dua perencanaan strategi yang diterapkan pada CV. Widya Multi Sarana yang pertama penempatan posisi (positioning), selain produk atau merk adalah harga, dibanding dengan produk competitor lainnya, CV. Widya Multi Sarana menawarkan sistim pembayaran kredit selama dua bulan untuk perusahan perkebunan, dan sistem pembayaran pasca bayar diberlakukan untuk kelompok tani, koparasi Unit Desa, dalam hal ini CV. Widya multi Sarana bermaksud memberikan kemudahan dalam menjalin kemitraan dengan konsumennya dalam hal pembayaran.
  2. Selanjutnya  yang kedua strategi sosilisasi promosi produk menjadi dasar yang penting  dalam pemasaran dan pendistribusian produk yang dilakukan CV. Widya Multi Sarana terlihat dalam nilai penjualan produk agrochemical dan non agrochemical selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.
  3. Strategi sosialisi promosi produk terlihat maksimal ditahun 2008 untuk  penjualan produk agrochemical, dan total nilai penjualan mencapai Rp.8.457.074.101,- , walaupun di dua tahun  berikut nya terjadi penurunan untuk penjualan produk agrochemical, tetapi dalam hal ini yang mendominasi peningkatan penjualan  ditahun 2009 mencapai 20,23%, kemudian ditahun 2010 naik mencapai 22,77  % adalah produk non agrochemical.

 

  1. B.      Saran

Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan sebelumnya, maka  saran yang dapat dikemukakan adalah:

  1. Diharapkan CV. Widya Multi Sarana dapat mempertahankan loyalitas sebagai perusahaan distributor dan penyedia jasa pertanian yang terkemuka dengan menerapkan strategi pemasaran yang lebih inovatif  dan dapat direalisasikan dengan mudah oleh perusahaan.
  2. Dengan semakin banyaknya produk kompetitor yang sudah ada di wilayah Indonesia Timur, diharapkan CV. Widya Multi Sarana dapat membangun  kekuatan kekuatan persaingan yang lebih efektif agar konsumen dapat dipertahankan agar penjualan dapat ditingkatkan lagi pada tahun-tahun mendatang.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s