Beranda » Materi Kuliah » SILABUS MATEMATIKA

SILABUS MATEMATIKA


I   PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional  Bab IV Pasal 10 menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan, membimbing, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya, Pasal 11 Ayat (1) juga menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, wewenang Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah menjadi semakin besar. Lahirnya kedua undang-undang tersebut menandai sistem baru dalam penyelenggaraan pendidikan dari sistem yang cenderung sentralistik menjadi lebih desentralistik.

Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi sekolah atau daerah. Dengan demikian, sekolah atau daerah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.

Untuk itu, banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh daerah karena sebagian besar kebijakan yang berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilaksanakan oleh sekolah atau daerah. Sekolah harus menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) atau silabusnya dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi dan Standar Kompentensi Lulusan yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 23 Tahun 2006.

Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan:

  • Kurikulum dan silabus Pembelajaran SD/MI/SDLB/Paket A, atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis, kecakapan berhitung serta kemampuan berkomunikasi (Pasal 6 Ayat 6)
  • Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasar­kan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan di bawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertangung jawab terhadap pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, serta Departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK ( Pasal 17 Ayat 2)
  • Perencanan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar (Pasal 20)

Berdasarkan ketentuan di atas, daerah atau sekolah memiliki ruang gerak yang seluas- luasnya untuk melakukan modifikasi dan mengembangkan variasi-variasi penyelengaraan pendidikan sesuai dengan keadaan, potensi, dan kebutuhan daerah, serta kondisi siswa. Untuk keperluan di atas, perlu adanya panduan pengembangan silabus untuk setiap mata pelajaran, agar daerah atau sekolah tidak mengalami kesulitan.

  1. B.     Karakteristik Mata Pelajaran

Setiap mata pelajaran mempunyai karakteristik yang khas.  Adapun karakteristik masing-masing mata pelajaran dapat dilihat pada Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22 Tahun 2006)

  1. C.    Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik adalah manusia dengan segala fitrahnya. Mereka mempunyai perasaan dan pikiran serta keinginan atau aspirasi. Mereka mempunyai kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi (pangan, sandang, papan), kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, dan kebutuhan untuk mengaktualisasi dirinya (menjadi dirinya sendiri sesuai dengan potensinya).

Dalam tahap perkembangannya, siswa berada pada tahap periode  perkembangan yang sangat pesat, dari segala aspek. Berikut ini disajikan perkembangan yang sangat erat kaitannya dengan pembelajaran, yaitu perkembangan aspek kognitif, psikomotor, dan afektif.

1.   Perkembangan Aspek Kognitif

Menurut Piaget (1970), periode yang dimulai pada usia 12 tahun, yaitu yang lebih kurang sama dengan usia siswa SD/MI/SDLB/Paket A, merupakan ‘period of formal operation’. Pada usia ini, yang berkembang pada siswa adalah kemampuan berfikir secara simbolis dan bisa memahami sesuatu secara bermakna (meaningfully) tanpa memerlukan objek yang konkrit atau bahkan objek yang visual. Siswa telah memahami hal-hal yang bersifat imajinatif.

Implikasinya dalam pengajaran Teknologi informasi dan komunikasi adalah bahwa belajar akan bermakna kalau input (materi pelajaran) sesuai dengan minat dan bakat siswa. Pengajaran Teknologi informasi dan komunikasi akan berhasil kalau penyusun silabus dan guru mampu menyesuaikan tingkat kesulitan dan variasi input dengan harapan serta karakteristik siswa sehingga motivasi belajar mereka berada pada tingkat maksimal.

Pada tahap perkembangan ini juga berkembang ketujuh kecerdasan dalam Multiple Intelligences yang dikemukakan oleh Gardner (1993), yaitu: (1) kecerdasan linguistik (kemampuan berbahasa yang fungsional), (2) kecerdasan logis-matematis (kemampuan berfikir runtut), (3) kecerdasan musikal (kemampuan menangkap dan menciptakan pola nada dan irama), (4) kecerdasan spasial (kemampuan membentuk imaji mentaltentang realitas), (5) kecerdasan kinestetik-ragawi (kemampuan menghasilkan gerakan motorik yang halus), (6) kecerdasan intra-pribadi (kemampuan untuk mengenal diri sendiri dan mengembangkan rasa jati diri), kecerdasan antarpribadi (kemampuan memahami orang lain). Ketujuh macam kecerdasan ini berkembang pesat dan bila dapat dimanfaatkan oleh guru Teknologi informasi dan komunikasi, akan sangat membantu siswa dalam menguasai kemampuan berteknologi informasi dan komunikasi.


2.   Perkembangan Aspek Psikomotor

Aspek psikomotor merupakan salah satu aspek yang penting untuk diketahui oleh guru. Perkembangan aspek psikomotor juga melalui beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut antara lain:

a.   Tahap kognitif

Tahap ini ditandai dengan adanya gerakan-gerakan yang kaku dan lambat. Ini terjadi karena siswa masih dalam taraf belajar untuk mengendalikan gerakan-gerakannya. Dia harus berpikir sebelum melakukan suatu gerakan. Pada tahap ini siswa sering membuat kesalahan dan kadang-kadang terjadi tingkat frustasi yang tinggi.

b.   Tahap asosiatif

Pada tahap ini, seorang siswa membutuhkan waktu yang lebih pendek untuk memikirkan tentang gerakan-gerakannya. Dia mulai dapat mengasosiasikan gerakan  yang sedang dipelajarinya dengan gerakan yang sudah dikenal. Tahap ini masih dalam tahap pertengahan dalam perkembangan psikomotor. Oleh karena itu, gerakan-gerakan pada tahap ini belum merupakan gerakan-gerakan yang sifatnya otomatis. Pada tahap ini, seorang siswa masih menggunakan pikirannya untuk melakukan suatu gerakan tetapi waktu yang diperlukan untuk berpikir lebih sedikit dibanding pada waktu dia berada pada tahap kognitif. Dan karena waktu yang diperlukan untuk berpikir lebih pendek, gerakan-gerakannya sudah mulai tidak kaku.

c.   Tahap otonomi

Pada tahap ini, seorang siswa telah mencapai tingkat autonomi yang tinggi. Proses belajarnya sudah hampir lengkap meskipun dia tetap dapat memperbaiki gerakan-gerakan yang dipelajarinya. Tahap ini disebut tahap autonomi karena siswa sudah tidak memerlukan kehadiran instruktur untuk melakukan gerakan-gerakan. Pada tahap ini, gerakan-gerakan telah dilakukan secara spontan dan oleh karenanya gerakan-gerakan yang dilakukan juga tidak mengharuskan pembelajar untuk memikirkan tentang gerakannya.

3.  Perkembangan Aspek Afektif

Keberhasilan proses pengajaran Teknologi informasi dan komunikasi juga ditentukan oleh pemahaman tentang perkembangan aspek afektif siswa. Ranah afektif tersebut mencakup emosi atau perasaan yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Bloom (Brown, 2000) memberikan definisi tentang ranah afektif yang terbagi atas lima tataran afektif yang implikasinya dalam siswa SD/MI/SDLB/Paket A lebih kurang sebagai berikut: (1) sadar akan situasi, fenomena, masyarakat, dan objek di sekitar; (2) responsif terhadap stimulus-stimulus yang ada di lingkungan mereka; (3) bisa menilai; (4) sudah mulai bisa mengorganisir nilai-nilai dalam suatu sistem, dan menentukan hubungan di antara nilai-nilai yang ada; (5) sudah mulai memiliki karakteristik dan mengetahui karakteristik tersebut dalam bentuk sistem nilai.

Pemahaman terhadap apa yang dirasakan dan direspon, dan apa yang diyakini dan diapresiasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam teori pemerolehan bahasa kedua atau bahasa asing. Faktor pribadi yang lebih spesifik dalam tingkah laku siswa yang sangat penting dalam penguasaan berbagai materi pembelajaran, yang meliputi:

1.  Selfesteem, yaitu penghargaan yang diberikan seseorang kepada dirinya sendiri.

2.  Inhibition, yaitu sikap mempertahankan diri atau melindungi ego.

3.  Anxiety (kecemasan), yang meliputi rasa frustrasi, khawatir, tegang, dsbnya.

4.  Motivasi, yaitu dorongan untuk melakukan suatu kegiatan.

5.  Risk-taking, yaitu keberanian mengambil risiko.

6.  Empati, yaitu sifat yang berkaitan dengan pelibatan diri individu pada perasaan orang lain.

II. PENGERTIAN, PRINSIP, DAN TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN

  1. A.                            Pengertian Silabus

Silabus disusun berdasarkan Standar Isi, yang di dalamnya berisikan Identitas Mata Pelajaran, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), Indikator, Materi Pokok, Kegiatan pembelajaran, Alokasi Waktu, Sumber Belajar,  dan Penilaian. Dengan demikian, silabus pada dasarnya menjawab permasalahan-permasalahan sebagai berikut.

  1. Kompetensi apa saja yang harus dicapai siswa sesuai dengan yang dirumuskan oleh  Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar).
  2. Materi Pokok apa sajakah yang perlu dibahas dan dipelajari peserta didik untuk mencapai Standar Isi.
  3. Kegiatan pembelajaran yang bagaimanakah yang seharusnya diskenariokan oleh guru sehingga peserta didik mampu berinteraksi dengan objek belajar.
  4. Indikator apa sajakah yang harus ditentukan untuk mencapai Standar Isi.
  5. Bagaimanakah cara mengetahui ketercapaian kompetensi berdasarkan Indikator sebagai acuan dalam menentukan jenis dan aspek yang akan dinilai.
  6. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai Standar Isi tertentu.
  7. Sumber Belajar apa sajakah yang dapat diberdayakan untuk mencapai Standar Isi tertentu.
  1. B.                             Pengembang Silabus

Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan.

1.   Guru

Sebagai tenaga profesional yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap kemajuan belajar siswa, seorang guru diharapkan mampu mengembangkan silabus sesuai dengan kompetensi mengajarnya secara mandiri. Di sisi lain guru lebih mengenal karakteristik siswa dan kondisi sekolah serta lingkungannya.

2.   Kelompok Guru

Apabila guru kelas atau guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru kelas atau guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan dipergunakan oleh sekolah tersebut

3.   Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)

Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengan sekolah  lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus Pembelajaran yang akan digunakan oleh sekolah-sekolah dalam lingkup MGMP/PKG setempat.

4        Dinas Pendidikan

Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Dalam pengembangan silabus ini sekolah, kelompok kerja guru, atau dinas pendidikan dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi, LPMP, atau unit utama terkait yang ada di Departemen Pendidikan Nasional

 

 

  1. C.                            Prinsip Pengembangan Silabus
  1. Ilmiah

Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertangungjawabkan secara keilmuan.

  1. Relevan

Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.

  1. Sistematis

Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.

  1. Konsisten

Ada hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian.

  1. Memadai

Cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapain kompetensi dasar.

  1. Aktual dan Kontekstual

Cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.

  1. Fleksibel

Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi variasi peserta didik, pendidikan, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.  Sementara itu, materi ajar ditentukan berdasarkan dan atau memperhatikan kultur daerah masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar kehidupan peserta didik tidak tercerabut dari lingkungannya.

  1. Menyeluruh

Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

  1. Desentralistik

Pengembangan silabus ini bersifat desentralistik.  Maksudnya bahwa kewenangan pengembangan silabus bergantung pada daerah masing-masing, atau bahkan sekolah masing-masing.

  1. D.                            Tahap-tahap Pengembangan Silabus Pembelajaran

 

  1. Perencanaan

Tim yang ditugaskaan untuk menyusun silabus terlebih dahulu perlu mengumpulkan informasi dan mempersiapkan kepustakan atau referensi yang sesuai untuk mengembangkan silabus. Pencarian informasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat teknologi dan informasi seperti multi media dan internet.

  1. Pelaksanaan

Dalam melaksanakan penyusunan silabus perlu memahami semua perangkat yang berhubungan dengan penyusunan silabus Pembelajaran, seperti Standar Isi yang berhubungan dengan mata pelajaran yang bersangkutan dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

  1. Perbaikan

Buram silabus perlu dikaji ulang sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pengkajian dapat melibatkan para spesialis kurikulum, ahli mata pelajaran, ahli didaktik-metodik, ahli penilaian, psikolog, guru/instruktur, kepala sekolah, pengawas, staf profesional dinas pendidikan, perwakilan orang tua siswa, dan siswa itu sendiri.

  1. Pemantapan

Masukan dari pengkajian ulang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperbaiki buram awal. Apabila telah memenuhi kriteria dengan cukup baik dapat segera disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.

  1. Penilaian silabus

Penilaian pelaksanaan silabus perlu dilakukan secara berkala dengan mengunakaan model-model penilaian kurikulum.


III. KOMPONEN DAN LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN

 

  1. A.    Komponen silabus pembelajaran

Silabus Pembelajaran memuat sekurang-kurangnya komponen-komponen berikut ini.

  1. Identitas Silabus Pembelajaran
  2. Standar Kompentensi
  3. Kompetensi Dasar
  4. Materi Pembelajaran
  5. Kegiatan Pembelajaran
  6. Indikator Pencapaian Kompetensi
  7. Penilaian
  8. Alokasi Waktu
  9. Sumber Belajar

Komponen-komponen silabusPembelajaran di atas, selanjutnya dapat disajikan dalam contoh format silabus Pembelajaran secara horisontal sebagai berikut.

Silabus Pembelajaran

Sekolah                       :

Kelas/Semester             :  ….. / …….

Mata Pelajaran              :  …….

Standar Kompetensi     : …….

 

Kompetensi

Dasar

Materi

Pembelajaran

Kegiatan

Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi

Waktu

Sumber

Belajar

Teknik Bentuk

Instrumen

Contoh

Instrumen

Catatan:

*    Kegiatan Pembelajaran: kegiatan-kegiatan yang spesifik yang dilakukan siswa untuk mencapai SK dan KD

*    Alokasi waktu: termasuk alokasi penilaian yang terintegrasi dengan pembelajaran  (n x 40 menit)

*    Sumber belajar: buku teks, alat, bahan, nara sumber, atau lainnya.


  1. B.     Langkah-langkah Pengembangan Silabus Pembelajaran
  2. 1.      Mengisi identitas

Identitas terdiri dari nama sekolah, kelas/semester, mata pelajaran, dan standar kompetensi.  Identitas silabus ditulis di atas matriks silabus.

  1. 2.      Menuliskan Standar Kompetensi

Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar Kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) Mata Pelajaran.

Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  1. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD;
  2. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
    1. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.
  1. 3.      Menuliskan Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi.

Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar;
  2. keterkaitan antarstandar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran ;
  3. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.

 

      4.  Mengidentifikasi Materi Pembelajaran

Dalam mengidentifikasi materi pokok harus dipertimbangkan:

  1. relevansi materi pokok dengan SK dan KD;
  2. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta  didik;
  3. kebermanfaatan bagi peserta didik;
  4. struktur keilmuan;
    1. kedalaman dan keluasan materi;
    2. relevansi dengan kebutuhan peseta didik dan tuntutan lingkungan;
    3. alokasi waktu.

Selain itu juga harus diperhatikan:

  1. kesahihan (validity): materi memang benar-benar teruji kebenaran dan kesahihannya;
  2. tingkat kepentingan (significance): materi yang diajarkan memang benar-benar diperlukan oleh siswa diperlukan oleh siswa;
  3. kebermanfaatan (utility): materi tersebut memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan pada jenjang berikutnya;
  4. layak dipelajari (learnability): materi layak dipelajari baik dari aspek tingkat kesulitan maupun aspek pemanfaatan bahan ajar dan kondisi setempat;
  5. menarik minat (interest): materinya menarik minat siswa dan memotivasinya untuk mempelajari lebih lanjut.

5.  Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Kriteria mengembangkan kegiatan pembelajaran sebagai berikut.

  1. Kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar mereka dapat bekerja dan melaksanakan proses pembelajaran secara profesional sesuai dengan tuntutan kurikulum.
  2. Kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi dasar secara utuh.
  3. Pengalaman  belajar memuat rangkaian kegiatan yan harus dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
  4. Kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa (student centered). Guru harus selalu berpikir kegiatan apa yang bisa dilakukan agar siswa memiliki kompetensi yang telah ditetapkan.
  5. Materi  kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  6. Perumusan kegiatan pembelajaran harus jelas memuat materi yang harus dikuasai untuk mencapai Kompetensi Dasar.
  7. Penentuan urutan langkah pembelajaran sangat penting artinya bagi KD-KD yang memerlukan prasyarat tertentu.
  8. Pembelajaran  bersifat spiral (terjadi pengulangan-pengulangan pembelajaran materi tertentu).
  9. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan kegiatan pembelajaran siswa, yaitu kegiatan dan objek belajar.

Pemilihan kegiatan siswa mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

  1. memberikan peluang bagi siswa untuk mencari, mengolah, dan menemukan sendiri pengetahuan, di bawah bimbingan guru;
  2. mencerminkan ciri khas dalam pegembangan kemapuan mata pelajaran;
  3. disesuaikan dengan kemampuan siswa, sumber belajar dan sarana yang tersedia
  4. bervariasi dengan mengombinasikan kegiatan individu/perorangan, berpasangan, kelompok, dan klasikal.
  5. memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual siswa seperti: bakat, minat, kemampuan, latar belakang keluarga, sosial-ekomomi, dan budaya, serta masalah khusus yang dihadapi siswa yang bersangkutan.

6.   Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator merupakan penjabaran dari kompetensi dasar dan merupakan sub-kompetensi dasar. Indikator dirumuskan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan atau dapat diobservasi, sebagai acuan penilaian. Dengan demikian indikator pencapaian kompetensi mengarah pada indikator penilaian.

7.   Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator Di dalam kegiatan penilaian ini terdapat tiga komponen penting, yang meliputi: (a) teknik penilaian, (b) bentuk instrumen, dan (c) contoh instrumen.

a.  Teknik Penilaian

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan untuk menentukan tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. Adapun yang dimaksud dengan teknik penilaian adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik. Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan dalam rangka penilaian ini, yang secara garis besar dapat dikategorikan sebagai teknik tes dan teknik nontes.

Teknik tes merupakan cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan yang memerlukan jawaban betul atau salah, sedangkan teknik nontes adalah suatu cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban betul atau salah.

Dalam melaksanakan penilaian perlu diperhatikan prinsip-prinsip berikut ini.

1)      Pemilihan jenis penilaian harus disertai dengan aspek-aspek yang akan dinilai sehingga memudahkan dalam penyusunan soal.

2)      Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian indikator.

3)      Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan siswa setelah siswa mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.

4)      Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa.

5)      Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan, berupa program remedi. Apabila siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar, ia harus mengikuti proses pembelajaran lagi, sedang bila telah menguasai kompetensi dasar, ia diberi tugas pengayaan.

6)      Siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberi tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya.

7)      Dalam sistem penilaian berkelanjutan, guru harus membuat kisi-kisi penilaian dan rancangan penilaian secara menyeluruh untuk satu semester dengan menggunakan teknik penilaian yang tepat.

8)      Penilaian dilakukan untuk menyeimbangkan berbagai aspek pembelajaran: kognitif, afektif dan psikomotor dengan menggunakan berbagai model penilaian,baik  formal maupun nonformal secara berkesinambungan.

9)      Penilaian merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik.

10)  Penilaian merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar siswa.

11)  Penilaian berorientasi pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator. Dengan demikian, hasilnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi.

12)  Penilaian dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan penguasaan kompetensi  siswa, baik sebagai efek langsung (main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari proses pembelajaran.

13)  Sistem penilaian harus disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, penilaian harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil dengan  melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

b.   Bentuk Instrumen

Bentuk instrumen yang dipilih harus sesuai dengan teknik penilaiannya. Oleh karena itu, bentuk instrumen yang dikembangkan dapat berupa bentuk instrumen yang tergolong teknik:

1)      Tes tulis, dapat berupa tes esai/uraian, pilihan ganda, isian, menjodohkan dan sebagainya.

2)      Tes lisan, yaitu berbentuk daftar pertanyaan.

3)      Observasi yaitu dengan menggunakan lembar observasi.

4)      Tes Praktik/ Kinerja berupa tes tulis keterampilan, tes identifikasi, tes simulasi, dan uji petik kerja

5)      Penugasan individu atau kelompok, seperti tugas proyek atau tugas rumah.

6)      Portofolio dengan menggunakan dokumen pekerjaan, karya, dan atau prestasi siswa.

7)      Penilaian diri dengan menggunakan lembar penilaian diri

Sesudah penentuan instrumen tes telah dipandang tepat, selanjutnya instrumen tes itu dituliskan di dalam kolom matriks silabus yang tersedia. Berikut ini disajikan ragam teknik penilaian beserta bentuk instrumen yang dapat digunakan.

 

Tabel 1. Ragam Teknik Penilaian beserta Ragam Bentuk Instrumennya

Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
• Tes tertulis • Tes pilihan: pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan dll.

• Tes isian: isian singkat dan uraian

• Tes lisan • Daftar pertanyaan
• Observasi (pengamatan) • Lembar observasi (lembar pengamatan)
• Tes praktik (tes kinerja) • Tes tulis keterampilan

• Tes identifikasi

• Tes simulasi

• Tes uji petik kerja

• Penugasan individual atau kelompok • Pekerjaan rumah

• Proyek

• Penilaian portofolio • Lembar penilaian portofolio
• Jurnal • Buku cacatan jurnal
• Penilaian diri • Kuesioner/lembar penilaian diri
• Penilaian Penilaian antarteman • Lembar penilaian antarteman

 

c.   Contoh Instrumen

Instrumen yang sudah tersusun, selanjutnya diberikan contoh yang dapat dituliskan di dalam kolom matriks silabus yang tersedia.  Namun, apabila dipandang hal itu menyu­lit­kan karena kolom yang tersedia tidak mencukupi, selanjutnya contoh instrumen penilaian diletakkan di dalam lampiran.

  1. Menentukan Alokasi Waktu

Alokasi waktu adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian suatu Kompetensi Dasar tertentu, dengan memperhatikan:

  1. minggu efektif per semester,
  2. alokasi waktu mata pelajaran, dan
  3. jumlah kompetensi per semester.
  1.  Menentukan Sumber Belajar

Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat berupa: buku teks, media cetak, media elektronika, nara sumber, lingkungan alam sekitar, dan sebagainya.

 

IV. PENUTUP

Contoh silabus yang terdapat di dalam Lampiran 3 bukan contoh satu-satunya di dalam pengembangan silabus yang disusun berdasarkan Standar Isi. Untuk itu, diharapkan sekolah atau daerah dapat mengembangkan sendiri bentuk silabus yang lain.

Dalam pelaksanaan pembelajaran, silabus harus dijabarkan lebih operasional dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

 

DAFTAR PUSTAKA

Association of College and Research Libraries(ACRL),  http://www.ala.org 

 

Courter, Gini (1999). Microsoft office 2000 user specialist study guide. Alameda: Sybex, Inc.

Graduate school of library & information science, http://www.simmons.eduz 

Hall, Gene E. (1986). Competencybased education : A Process for the improvement of education, Englewood Cliffs: Prentice Hall, Inc.

Merryfield, M.M., E Jarchow & Pickert (1997). Preparing teachers to teach global perspectives : A handbook for teacher educators. California: Carwin Press, Inc.

Ministerial Advisory Council on Quality of Teaching,  http://scs.une.edu.au

Mukminan, dkk (2002). Pedoman umum pengembangan silabus berbasis kompetensi, siswa menengah pertama (SMP). Yogyakarta: Program Pascasarjana UNY.

Ohio ITTF (1999). Information technology competency profile.
http://www.itworks-ohio.org

 

School of Nursing and Midwifery, http://www.kcl.ac.uk

Virginia Community Colllege System(VCCS), http://www.nv.cc.va.us 

 

Lampiran 1

GLOSARIUM

 

Indikator: karakteristik, ciri-ciri, tanda-tanda, perbuatan, atau respons, yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa, untuk menunjukkan bahwa siswa itu telah memiliki kompetensi dasar tertentu.

Kecakapan hidup (life skill): kemampuan yang diperlukan untuk menempuh kehidupan dengan sukses, bahagia dan secara bermartabat, misalnya: kemampuan berfikir kompleks, berkomunikasi secara efektif, membangun kerjasama, melaksanakan peran sebagai warganegara yang bertanggung jawab, kesiapan untuk terjun ke dunia kerja.

Kecukupan (adequacy): mempunyai cakupan atau ruang lingkup materi pokok yang memadai untuk menunjang penguasaan kompetensi dasar maupun standar kompetensi.

Kompetensi dasar: kemampuan minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan; kemampuan minimum yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk standar kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran.

Kompetensi lulusan: kemampuan yang dapat dilakukan atau ditampilkan lulusan suatu jenjang pendidikan yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.

Konsistensi (ketaatasasan): keselarasan hubungan antarkomponen dalam silabus (kompetensi dasar, materi pokok dan kegiatan pembelajaran).

Materi pokok: bahan ajar minimal yang harus dipelajari siswa untuk menguasai kompetensi dasar

Membelajaran berbasis kompetensi: pembelajaran yang mensyaratkan dirumuskannya secara jelas kompetensi yang harus dimiliki atau ditampilkan oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.

Mendekatan hierarkis: strategi pengembangan materi pokok berdasarkan atas penjenjangan materi pokok.

Pendekatan prosedural: strategi pengembangan materi pokok berdasarkan atas urutan penyelesaian suatu tugas pembelajaran.

Pendekatan spiral: strategi pengembangan materi pokok berdasarkan atas lingkup lingkungan, yaitu dari lingkup lingkungan yang paling dekat dengan siswa menuju ke lingkup lingkungan yang lebih jauh.

Pendekatan terjala (webbed): strategi pengembangan pelajaran, dengan menggunakan topik dari beberapa mata pelajaran yang relevan sebagai titik sentral, dan hubungan antara tema dan sub-tema dapat digambarkan sebagai sebuah jala (webb).

Kegiatan pembelajaran: Menunjukkan aktivitas belajar yang dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan objek atau sumber belajar. Kegiatan pembelajaran dapat dipilih sesuai dengan kompetensinya, dapat diperoleh di dalam kelas dan di luar kelas. Bentuknya dapat berupa kegiatan mendemonstrasikan, mempraktikkan, mensimulasikan, mengadakan eksperimen, menganalisis, mengaplikasikan, menemukan, mengamati, meneliti, menelaah, dll., yang bukan kegiatan interaksi guru-siswa seperti mendengarkan uraian guru, berdiskusi di bawah bimbingan guru, dll.

Ranah afektif: aspek yang berkaitan dengan perasaan, emosi, sikap, derajat penerimaan atau penolakan terhadap suatu obyek.

Ranah kognitif: aspek yang berkaitan dengan kemampuan berpikir; kemampuan memperoleh pengetahuan; kemampuan yang berkaitan dengan pemerolehan pengetahuan, pengenalan, pemahaman, konseptualisasi, penentuan,  dan penalaran.

Ranah psikomotor: aspek yang berkaitan dengan kemampuan melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan; kemampuan yang berkaitan dengan gerak fisik.

Relevansi:  keterkaitan, kesesuaian.

silabus: susunan teratur materi pokok mata pelajaran tertentu pada kelas/semester tertentu.

Standar kompetensi: kemampuan yang dapat dilakukan atau ditampilkan untuk satu mata pelajaran; kompetensi dalam mata pelajaran tertentu yang harus dimiliki oleh siswa; kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan dalam suatu mata pelajaran.

 

Strategi pembelajaran: dimaksudkan sebagai bentuk/pola umum kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan


Lampiran 2

DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL

PADA PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI DAN

KOMPETENSI DASAR

 

STANDAR KOMPETENSI

Contoh:

mendefinisikan                        mengidentifikasikan                            menyusun

menerapkan                             mengenal

mengkonstruksikan                 menyelesaikan

 

KOMPETENSI DASAR

Contoh:

mengidentifikasikan                mendemonstrasikan                            membuat

menunjukkan                           menafsirkan                                         menerjemahkan

membaca                                 menerapkan                                         merumuskan

menghitung                             menceritakan                                       menyelesaikan

menggambarkan                      menggunakan                                      menganalisis

melafalkan                               menentukan                                         mensintesis

mengucapkan                          menyusun                                            mengevaluasi

membedakan                           menyimpulkan

 

KETERANGAN:

  1. Satu kata kerja tertentu, seperti mengidentifikasikan, dapat dipakai baik pada standar kompetensi maupun kompetensi dasar; perbedaannya terletak bahwa pada standar kompetensi cakupannya lebih luas daripada pada kompetensi dasar.
  2. Satu butir standar kompetensi dapat dipecah menjadi beberapa butir kompetensi dasar.
  3. Satu butir kompetensi dasar, nantinya harus dipecah menjadi minimal 2 indikator.
  4. Standar kompetensi dan kompetensi dasar belum memuat atau bukan merupakan indikator.

 

SILABUS PEMBELAJARAN

 

Nama Sekolah                         : ………………

Mata Pelajaran                         : MATEMATIKA 5A

Kelas/Program                         : V

Semester                  : Ganjil

Alokasi Waktu                        : 38 x 30 menit

Standar Kompetensi                : 1. Melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Pengalaman Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat
Jenis Tagihan Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
Melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat-sifatnya, pembulatan, dan penaksiran Sifat Operasi hitung bilangan bulat

Penggunaan sifat komutatif, Asosiatif, dan Distributif

Pembulatan bilangan dalam satuan, puluhan, dan ratusan terdekat

Menaksir hasil operasi hitung dua bilangan

Memahami sifat operasi komutatif pada penjumlahan

a + b = b + a

2 + 3 = 3 + 2

5    =   5

Mengerjakan latihan 1 s.d 14

Memahami sifat operasi komutatif pada perkalian

a x b = b x a

2 x 3 = 3 x 2

6    =   6

Mempelajari contoh Hlm. 5

Memahami sifat operasi asosiatif pada penjumlahan

Mempelajari contoh Hlm.6

Memahami sifat operasi asosiatif pada perkalian

Mempelajari contoh Hlm. 7, 8

Mempelajari sifat distribusi

a x (b + c) = (a x b) + (a x c)

a x (b – c) = (a x b) – (a x c)

Membulatkan bilngan ke satuan terdekatnya. Jika angka per sepuluhannya 1, 2, 3 dan 4 maka dihilangkan. Jika angka per sepuluhannya 5, 6, 7, 9 maka dibulatkan menjadi 1

Membulatkan bilngan ke puluhan terdekatnya

Membulatkan bilangan ke ratusan terdekatnya.

Mempelajari cara menaksir hasil penjumlahan, pemgurangan, perkalian, pembagian

Menggunakan sifat komutatif, asosiatif dan distributif untuk melakukan perhitungan secara efisien

Membulatkan bilangan-bilangan dalam satuan, puluhan, dan ratusan terdekat

Menaksir hasil operasi hitung dua bilangan

Tugas IndVidu

dan Kelompok

Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 1 Hlm.3

Latihan 2

Hlm. 4

Latihan 3 Hlm.5

Latihan4

Hlm.6

Latihan 5

Hlm. 7

Latihan6

Hlm. 9

Latihan7

Hlm. 10

Latihan8.

Hlm. 11

Latihan9

Hlm. 11

Latihan10

Hlm. 13

Latihan11

Hlm. 15

Latihan12

Hlm. 16

Latihan13

Hlm. 17

Latihan14

Hlm. 18

Latihan pengayaan

10 jp Sumber:

Buku

MATEMATIKA 5A

Alat:

Buku

Menggunakan faktor prima untuk menentukan KPK dan FPB KPK dan FPB

Penggunaan KPK dan FPB untuk memecahkan masalah sehari-hari

Penggunaan KPK dan FPB untuk memecahkan masalah sehari-hari

Mempelajari contoh mencari faktor prima Hlm. 20

56 = 2 x 2 x 2 x 7 = 22 x 7

Mengerjakan latihan 1 s.d 4

Menentukan KPK dari dua bilangan pada contoh hlm. 21

Menentukan FPB dari dua bilangan pada contoh hlm. 22

Mempelajari contoh Hlm. 23

Mengunakan faktor prima dan faktorisasi prima untuk memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB dan KPK Tugas IndVidu dan Kelompok Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 1.

Hlm. 21

Latihan 2.

Hlm.22

Latihan 3.

Hlm.23

Latihan 4.

Hlm 24

4 jp Sumber:

Buku

MATEMATIKA 5A

Alat:

si hitung pembagian yang lain ( bilangan nol dan satu

lompokkan,

Melakukan operasi hitung campuran bilangan bulat Operasi Hitung Bilangan Bulat

Membaca dan Menulis Bilangan Bulat (Hlm. 26)

Operasi Penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat (Hlm. 29)

Operasi Perkalian dan pembagian bilangan bulat positif (Hlm. 42)

Menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan operasi hitung bilangan bulat (Hlm. 50)

Mengenal bilangan bulat positif dan negatif dengan menggunakan garis bilangan

Membaca dan menulis lambang bilangan bulat

Mengerjakan latihan 1 s.d 26

Mengenal lawan suatu bilangan dengan memperhatikan

Mempelajari cara menjumlahkan dua bilangan positif

Mempelajari cara menjumlahkan dua bilangan negatif pada contoh Hlm. 31

Mempelajari cara menjumlahkan bilangan positif dan negatif

latihan pengayaan Hlm. 36

Mempelajari cara mengurangkan dua bilangan positif

Mempelajari cara mengurangkan bilangan positif dengan bilangan negatif

Mempelajari cara mengurangkan bilangan negatif dengan bilangan negatif

Mempelajari cara mengalikan dua bilangan positif

(+) x (+) = +

Mempelajari cara mengalikan bilangan positif dengan bilangan negatif dan sebaliknya

(+) x (–) = –

(–) x (+) = –

Mempelajari cara mengalikan dua bilangan negatif

(–) x (–) = +

Membagi bilangan positif dengan bilangan positif

Mempelajari cara membagi bilangan positif dengan bilangan negatif dan sebaliknya

(+) : (–) = –

(–) : (+) = –

Mempelajari cara membagi dua bilangan negatif

(–) : (–) = +

Mempelajari cara menyelesaikan hitungan campuran

Mempelajari cara menyelesaikan masalah segari-hari yang melibatkan operasi hitung bilangan bulat.

Membaca dan menuliskan bilngan bulat dalam kata-kata dan angka

Melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat

Melakukan operasi hitung campuran dengan bilangan bulat

Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan bilangan bulat

Tugas IndVidu dan Kelompok Laporan buku pekerjaan rumah

Uraian Objektif

Lat 1. Hlm. 27

Lat 2. Hlm. 28

Lat 2. Hlm. 28

Lat 4. Hlm. 29

Lat 5 Hlm. 29

Lat 7 Hlm. 29

Lat 8 Hlm. 29

Lat 10 Hlm. 33

Lat 11 Hlm. 34

Lat 6. Hlm. 30

Lat 9. Hlm. 33

Lat 12 Hlm. 35

Lat 13 Hlm. 37

Lat 14 Hlm. 38

Lat 15 Hlm. 39

Lat 16 Hlm. 40

Lat 17 Hlm. 40

Lat 18 Hlm. 42

Lat 19 Hlm. 43

Lat 21 Hlm. 44

Lat 20 Hlm. 44

Lat 22 Hlm. 46

Lat 23 Hlm. 47

Lat 24 Hlm. 48

Lat 25 Hlm. 49

Lat 27 Hlm. 51

Lat 26 Hlm. 50

12 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5A

Alat:

Menghitung perpangkatan dan akar sederhana Perpangkatan dan Akar Sederhana

Menuliskan perpangkatan dua sebagai perkalian berulang (Hlm. 52)

Operasi hiitung yang melibatkan bilangan berpangkat dua (Hlm. 53)

Penarikan akar pangkat dua dari bilangan kuadrat (Hlm. 59)

Membandingkan Bilangan bertanda akar kuadrat dengan bilangan lain (Hlm. 61)

Mempelajari contoh bilangan berpangkat dua

32 =  3 x 3 = 9

secara umum a2 = a x a

Mempalajari contoh Hlm. 53

Mengetahui pola bilangan kuadrat seperti 1, 4, 9, 16, 25, . .

Mempelajari contoh penjumlahan bilangan berpangkat dua, Hlm. 55

Mempelajari contoh pengurangan bilangan berpangkat dua, Hlm. 56

Membahas latihan pengayaan

Mempelajari contoh perkalian bilangan berpangkat dua, Hlm. 57

Mempelajari contoh pembagian bilangan berpangkat dua, Hlm. 57

Membahas teka-teki Hlm. 58

Mempelajari contoh  Hlm. 59

Mempelajari langkah-lanmgkah mencari hasil akar dariu suatu bilangan

Mempalajari contoh Hlm. 60

Mempelajari langkah-langkah untuk membandingkan bilangan bertanda akar kuadrat dengan bilangn lain

Mempelajari contoh hlm. 61

Mencari hasil pemangkatan dua

Melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan berpangkat dua

Mengenal arti pangkat dua dari suatu bilangan

Mencari hasil penarikan perpangkatan akar pangkat dua dari bilangan kuadrat

Melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat

Tugas IndVidu Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 1

Hlm. 52

Latihan 2

Hlm. 53

Latihan 3.

Hlm. 54

Latihan 4

Hlm. 55

Latihan 6

Hlm. 56

Latihan 5

Hlm. 55

Latihan 7

Hlm. 57

Latihan 8

Hlm. 56

Latihan 9

Hlm. 59

Latihan 10

Hlm. 61

Latihan 11

Hlm. 62

10 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5A

Alat:

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi hitung, KPK dan FPB Perpangkatan dan Akar Sederhana

Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan akar pangkat dua dan bilangan yang berpangkat dua (Hlm. 62)

Mempelajari contoh Hlm. 62

Mengerjakan latihan 12 Hlm. 64

Memepelajari contoh Hlm. 64

Melakukan latihan pengayaan

Memecahkan masalah yang melibatkan akar pangkat Tugas Individu Laporan Latihan 12

Hlm. 64

Uji kompetensi Bab 1

Hlm. 65

4jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5A

Alat:

Karakter siswa yang diharapkan :   Disiplin ( Discipline ),

Rasa hormat dan perhatian ( respect )

Tekun ( diligence )

dan  Tanggung jawab ( responsibility )

 

SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah                         : ………………

Mata Pelajaran                         : MATEMATIKA

Kelas/Program                         : V

Semester                  : Ganjil

Alokasi Waktu                        : 24 x 30 menit

Standar Kompetensi                : 2. Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Pengalaman Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat
Jenis Tagihan Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
Menuliskan tanda waktu dengan menggunakan notasi 24 jam Pengukuran

Waktu

Menentukan tanda waktu dengan notasi 12 jam

Menentukan tanda waktu dengan notasi 24 jam

Membaca percakapan Hlm. 68

Mempelajari contoh Hlm. 69

Mengerjakan latihan 1 s.d 2.

Memperhatikan tanda waktu 24 jam mulai dari pukul 01.00 sampai dengan pukul 24.00. berdasarkan pada gambar Hlm. 70 – 71

Menuliskan tanda waktu dengan menggunakan notasi 24 jam Tugas Indvidu Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 1.

Hlm. 69

Latihan 2.

Hlm. 72

2 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5A

Alat:

jam dinding,

jam tangan

Melakukan operasi hitung satuan waktu Pengukuran

Waktu

Operasi hitung yang melibatkan satuan waktu

Mempelajari contoh Hlm. 73 tentang operasi hitung yang melibatkan satuan waktu

Mengerjakan latihan 3 no. 1 s.d 5 Hlm. 73

Mengerjakan latihan 3 no. 6 s.d 15 Hlm. 74

Melakukan operasi hitung satuan waktu

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu

Tugas Indvidu Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 3

no. 1 s.d 5

Hlm. 73

Latihan 3

no. 6 s.d 15

Hlm. 74

4 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5A

Alat:

Melakukan pengukuran sudut Pengukuran

Sudut

Menentukan dan menaksir besar suatu sudut

(Hlm. 75)

Menggambar dan mengukur besar sudut dengan busur derajat (Hlm. 79)

Menentukan besar sudut jam dinding tiap jarak dua angka yaitu 360° : 12 = 30°

Mempelajari contoh Hlm. 75

Mengerjakan latihan 1 s.d 5

Menaksir besar sudut dengan mengingat

sudut lancip

sudut siku-siku

sudut tumpul

=

=

=

< 90°

90°

> 90°

Mempelajari contoh Hlm. 77

Mempelajari langkah-langkah dalam mengambar sudut sebesar 50°

Memepelajari langkah-langkah dalam mengukur besar sudut dengan menggunakan busur derajat

Menentukan dan menaksir besar sudut

Menggambar dan mengukur sudut dengan busur derajat

Tugas Indvidu Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 1.

Hlm. 76

Latihan 2.

Hlm. 78

Latihan 3.

Hlm. 80

Latihan 4.

Hlm. 81

Latihan 5.

Hlm. 81

4 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5A

Alat:

Busur derajat, penggaris, pensil, jangka

Mengenal satuan jarak dan kecepatan Pengukuran

Jarak dan kecepatan

Satuan Jarak (Hlm. 83)

Mempelajari hubungan satuan jarak :

km–hm–dam–m–dm–cm–mm

Mempelajari contoh. Hlm. 83

Mempelajari latihan 1 s.d 8

Mempelajari contoh Hlm. 85

memperhatikan contoh soal Hlm. 85

Membahas pekerjaan rumah

Mengenal satuan kecepatan seperti :

km/menit

kilometer/detik

meter/jam

meter/menit

Mempelajari contoh Hlm. 90

Mempelajari pengukuran secara tidak langsung

Memepelajari contoh Hlm. 92

Mengenal hubungan antarsatuan jarak

Menghitung satuan jarak

Mengenal macam-macam satuan kecepatan

Mengukur kecepatan secara tidak langsung dan langsung

Tugas IndVidu Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 1

Hlm. 84

Latihan 2

Hlm. 84

Latihan 3.

Hlm. 85

Latihan 4, 5

Hlm. 86

Latihan 6

Hlm. 87

Latihan 7

Hlm. 88

Latihan 8.

Hlm. 90

8 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5A

Alat:

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu, jarak, dan kecepatan Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan jarak dan kecepatan (Hlm. 92) Membahas pekerjaan rumah

Mengerjakan latihan 10 no. 1 s.d 5 Hlm. 92

Mengerjakan latihan 11 no. 1 s.d 7 Hlm. 94

Memperhatikan teka-teki Hlm. 95

Menghitung masalah yang berkaitan denagn waktu, jarak, dan kecepatan Tugas IndVidu Laporan buku pekerjaan rumah latihan 10

no. 5 s.d 10

Hlm. 92

Latihan 11

no. 8 s.d 15

Hlm. 94

Uji kompetensi Bab 2. Hlm. 96

6 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5A

Alat:

Karakter siswa yang diharapkan :   Disiplin ( Discipline ),

Rasa hormat dan perhatian ( respect )

Tekun ( diligence )

dan  Tanggung jawab ( responsibility )

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah SD/MI ….

(………………………………………..)

NIP.

……..,  ……………………………  20……

Guru Mapel Matematika

(………………………………………..)

NIP.

 

SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah                         : ………………

Mata Pelajaran                         : MATEMATIKA

Kelas/Program                         : V

Semester                  : Ganjil

Alokasi Waktu                        : 10 x 30 menit

Standar Kompetensi                : 3. Menghitung luas bangun datar sederhana dan menggunakannya dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Pengalaman Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat
Jenis Tagihan Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
3.1.  Menghitung luas trapesium dan layanglayang Geometri

Menentukan Luas Bangun Datar Sederhana

Menemukan luas trapesium

Mengerjakan latihan 1 s.d 4

Menemukan luas layang-layang

Membahas pekerjaan Rumah latihan 3 dan 4 Hlm. 104

Menemukan Rumus Luas Trapesium dan Layang-Layang

Menghitung Luas Trapesium dan Layang-Layang

Tugas IndVidu Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 1

Hlm. 100

Latihan 2

Hlm. 102

Latihan 3

Hlm. 104

Latihan 4

Hlm. 104

6 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5A

Alat:

3.2.  Menyelesaik-an masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar Geometri

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar

Mempelajari contoh soal trapesium Hlm. 105

Mempelajari contoh soal Layang-layang Hlm. 106

Melakukan kegiatan Hlm. 107

Mengerjakan tugas Hlm. 107

Menyelesaikan masalah tentang trapesium dan Layang-Layang Tugas Indvidu Laporan buku pekerjaan rumah Kegiatan

Hlm. 107

Latihan 5

no 1 s.d 5.

Hlm. 105

Latihan 6

no 1 s.d 4.

Hlm. 106

4 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5A

Alat:

Kertas layangan, lem, benang.

Karakter siswa yang diharapkan :   Disiplin ( Discipline ),

Rasa hormat dan perhatian ( respect )

Tekun ( diligence )

dan  Tanggung jawab ( responsibility )

Mengetahui,

Kepala Sekolah SD/MI ….

(………………………………………..)

NIP.

……..,  ……………………………  20……

Guru Mapel Matematika

(………………………………………..)

NIP.

 

SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah                         : ………………

Mata Pelajaran                         : Matematika

Kelas/Program                         : V

Semester                  : Ganjil

Alokasi Waktu                        : 14 X 30 Menit

Standar Kompetensi                : 4. Menghitung Volume Kubus Dan Balok Dan Menggunakannya Dalam Pemecahan Masalah

Kompetensi Dasar Materi Pokok Dan Uraian Materi Pengalaman Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat
Jenis Tagihan Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
4.1. Menghitung volume kubus dan balok Geometri

Menemukan volume kubus dan balok (Hlm. 108)

Mencari volume kubus

Mengenal rumus volume kubus

V kubus = luas alas x tinggi

Mengerjakan latihan 1 s.d 6

Mengenal rumus volume balok

Vbalok =panjang x lebar x tinggi

Mempelajari contoh Hlm. 110

Mempelajari contoh Hlm. 111

Membahas pekerjaan rumah

Mengenal satuan baku tentang volume

Mencari Volume Kubus dan Balok

Mengenal rumus volume kubus dan balok

Menghitung volume kubus dan balok dengan rumus

Mengenal satuan volume yang baku

Tugas IndVidu dan Kelompok Laporan dan unjuk kerja

Uraian Objektif

Latihan 1.

Hlm. 108

Latihan 2.

Hlm. 110

Latihan 3.

Hlm. 111

Latihan 4.

Hlm. 112

Latihan 5.

Hlm. 113

Latihan 6

No. 1 s.d 8

Hlm. 114

10 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5A

Alat:

4.2.  Menyelesaik-an masalah yang berkaitan dengan volume kubus dan balok Geometri

Menyelesaikan

Mempelajari contoh soal kubus Hlm. 115

Mengerjakan latihan 7 a.d 8.

Mempelajari contoh soal Balok Hlm. 116

Mengerjkakan uji kompetensi Bab 3. hlm. 117

Menyelesaikan masalah tentang kubus dan balok Tugas Indvidu Laporan dan unjuk kerja

Uraian Objektif

Latihan 8.

Hlm. 116

Latihan 7.

Hlm. 115

Uji Kompetensi Bab 3

Hlm.117

4 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5A

Alat:

Karakter siswa yang diharapkan :   Disiplin ( Discipline ),

Rasa hormat dan perhatian ( respect )

Tekun ( diligence )

dan  Tanggung jawab ( responsibility )

Mengetahui,

Kepala Sekolah SD/MI ….

(………………………………………..)

NIP.

……..,  ……………………………  20……

Guru Mapel Matematika

(………………………………………..)

NIP.

 

SILABUS PEMBELAJARAN

 

Nama Sekolah                         : ………………

Mata Pelajaran                         : MATEMATIKA 5B

Kelas/Program                         : V

Semester                  : Genap

Alokasi Waktu                        : 44 x 30 menit

Standar Kompetensi                : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Pengalaman Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat
Jenis Tagihan Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
Mengubah pecahan ke bentuk persen dan desimal serta sebaliknya PECAHAN

Operasi penjumlahan dan pengurangan

Mengubah Pecahan Biasa Menjadi Persen dan Sebaliknya

(hlm. 2)

Mengubah pecahan Biasa menjadi desimal dan sebaliknya

(Hlm. 2)

Memahami langkah pengubahan pecahan biasa menjadi persen dengan mengubah penyebutnya menjadi 100

Memahami langkah pengubahan pecahan biasa menjadi pecahan senilai yang memepunyai penyebut 10, 100, atau 1000

Memahami cara mengerjakan contoh soal Hlm. 5

Mengubah Pecahan Biasa Menjadi Persen

Mengubah pecahan Biasa menjadi desimal

Tugas IndVidu Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 1

Hlm. 3

Latihan 2

Hlm. 3

Latihan 3

Hlm. 4

8 jp Sumber:

Buku

MATEMATIKA 5B

Alat:

Buku

Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan PECAHAN

Operasi penjumlahan dan pengurangan

Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan (Hlm. 4)

Pemecahan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pecahan (Hlm. 21)

Memahami contoh soal hlm 13 s.d hlm 20

Mengerjkan latihan 5 s.d 22 dan pengayaan

Menjelaskan contoh soal hlm. 13

Memahami contoh soal Hlm. 17 yaitu menyamakan penyebut dengan menentukan KPK dari tiga penyebut

Memahami contoh soal Hlm. 17 yaitu menyamakan penyebut dengan menentukan KPK dari tiga penyebut

Mempelajari contoh soal Hlm. 19

Mempelajari contoh soal Hlm. 20

Mempelajari contoh soal yang berkaitan dengan masalah sehari-hari Hlm. 21

Mengerjakan latihan pengayaan Hlm. 24

Menjumlahkan pecahan berpenyebut tidak sama

Menjumlahkan pecahan biasa dengan pecahan campuran

Menjumlahkan pecahan campuran dengan persen dan desimal serta campuran

Menjumlahkan pecahan biasa dengan persen dan pecahan desimal

Menjumlahkan tiga pecahan berpenyebut tidak sama secara berturut-turut

Mengurangkan pecahan dari bilangan asli

Mengurangkan pecahan berpenyebut tidak sama dan pecahan biasa dari pecahan campuran

Mengurangkan dua pecahan campuran serta tiga pecahan berpenyebut tidak sama secara berturut-turut

Penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut tidak sama

Pengurangan pecahan dengan persen dan desimal

Menghitung penjumlahan dan pengurangan terhadap masalah sehari-hari

Tugas IndVidu dan Kelompok Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 5

Hlm. 6

Latihan 6

Hlm. 7

Latihan 7

Hlm. 8

Latihan 8

Hlm  9

Latihan 9

Hlm.10

Latihan 10

Hlm.11

Latihan 11, 12

Hlm.12

Latihan 13

Hlm.14

Latihan 14

Hlm.15

Latihan 15, 16

Hlm.16

Latihan 17

Hlm.17

Latihan 18,

Hlm. 18

Latihan 19,

Hlm. 19

Latihan 20,

Hlm. 20

Latihan 21

Hlm 22

Latihan 22

Hlm. 23

Latihan pengayaan Hlm. 24

Latihan 22

Hlm. 23

16 jp Sumber:

Buku

MATEMATIKA 5B

Alat:

si hitung pembagian yang lain ( bilangan nol dan satu

lompokkan,

Mengalikan dan membagi berbagai bentuk pecahan PECAHAN

Operasi Perkalian dan pembagian

Perkalian Pecahan (Hlm. 26)

Pembagian pecahan (Hlm. 34)

Mempelajari langkah pengerjaan contoh soal soal, yaitu tingkat pengerjaan operasi perkalian

pecahan biasa dengan pecahan biasa

pecahan biasa dengan pecahan campuran dan sebaliknya

pecahan biasa dengan pecahan desimal dan sebaliknya

pecahan biasa dengan pecahan persen dan sebaliknya

perkalian pecahan campuran dengan persen

Meurunkan rumus

Mengerjakn latihan 1 s.d 21

Menjelaskan langkah pengerjaan contoh soal soal, yaitu tingkat pengerjaan operasi pembagian  yaitu pengurangan berulang sampai habis pada :

pecahan biasa dengan pecahan biasa

pecahan biasa dengan pecahan campuran dan sebaliknya

pecahan biasa dengan pecahan desimal dan sebaliknya

pecahan biasa dengan pecahan persen dan sebaliknya

perkalian pecahan campuran dengan persen

Menjelaskan latihan pengayaan Hlm. 42

Mempelajari cara menjawab contoh Hlm. 46

Menghitung perkalian dan pembagian dan pembagian pecahan biasa dengan pecahan biasa

Menghitung perkalian dan pembagian pecahan biasa dengan pecahan campuran dan sebaliknya

Menghitung perkalian dan pembagian pecahan biasa dengan pecahan desimal dan sebaliknya

Menghitung perkalian dan pembagian pecahan biasa dengan pecahan persen dan sebaliknya

Menghitung perkalian dan pembagian pecahan campuran dengan persen dan sebaliknya

Menghitung operasi hitung campuran berbagai bentuk pecahan

Tugas Indvidu Laporan buku pekerjaan rumah

Uraian Objektif

Latihan 1

hlm. 27

Latihan 2, 3

hlm. 28

Latihan 4

hlm. 29

Latihan 5

hlm. 30

Latihan 6

hlm. 31

Latihan 7

hlm. 32

Latihan 8

hlm. 33

Latihan 9

hlm. 34

Latihan 10 hlm. 35

Latihan 11 hlm. 36

Latihan 12

hlm. 37

Latihan 13, 14 hlm. 38

Latihan 15

hlm. 39

Latihan 16

hlm. 40

Latihan 17

hlm. 41

Latihan pengayaan

hlm. 42

Latihan 18 hlm. 35

Latihan 20, 21

hlm. 46

Latihan pengayaan hlm. 49

12 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5B

Alat:

Menggunakan pecahan dalam masalah perbandingan dan skala PECAHAN

Pecahan dan perbandingan

Mengenal arti pecahan sebagai perbandingan sebagian dengan keseluruhan (Hlm. 51)

Operasi Hitung dengan menggunakan Perbandingan dan skala (Hlm. 54)

Mempelajari langkah pengerjaan soal hlm. 51

Ada 3 buah lingkaran putih dari 5 lingkaran ditulis

Ada 2 buah lingkaran putih dari 5 lingkaran ditulis

Mengerjakan latihan 1 Hlm. 51 dan latihan pengayaan Hlm. 53

Mempelajari perbandingan pada suhu

Reamur(°R) : Celcius(°C) : Fahrenheit(°F) = 4 : 5 (+ 32°)

Mengerjakan latihan 2, 3 hlm 55

Memahami  soal cerita mengenai perbandingan dan skala

Skala = jarak pada peta : jarak benda

Mengerjakan latihan 4 Hlm. 56,

Mengerjakan latihan 5 Hlm. 57, dan latihan 6 Hlm. 58

Uji kompetensi Bab 4 Hlm. 61

Mengenal perbandingan sebagian dari keseluruhan sebagai pecahan

Menghitung perbanding untuk mengukur suhu dan skala

Tugas IndVidu Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 1

Hlm. 51

Latihan pengayaan Hlm. 53

Latihan 2, 3,

hlm 55

Latihan 4

Hlm. 56,

Latihan 5

Hlm. 57,

Latihan 6

Hlm. 58

Uji kompetensi Bab 4

Hlm. 61

8 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5B

Alat:

Karakter siswa yang diharapkan :   Disiplin ( Discipline ),

Rasa hormat dan perhatian ( respect )

Tekun ( diligence )

dan  Tanggung jawab ( responsibility )

Mengetahui,

Kepala Sekolah SD/MI ….

(………………………………………..)

NIP.

……..,  ……………………………  20……

Guru Mapel Matematika

(………………………………………..)

NIP.

 

SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah                         : ………………

Mata Pelajaran                         : MATEMATIKA

Kelas/Program                         : V

Semester                  : Genap

Alokasi Waktu                        : 32 x 30 menit

Standar Kompetensi                : 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun

Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Pengalaman Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat
Jenis Tagihan Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar SIFAT-SIFAT BANGUN

Bangun Datar dan Bangun ruang

Bangun datar (Hlm. 64)

Memahami sifat-sifat segitiga dan menyebutkan macam segitiga :

segitiga sama sisi

segitiga sama kaki

segitiga siku-siku

segitiga sembarang

Mempelajari cara mengambar segitiga

Mengerjakan latihan 1 s.d 6

Menggambar persegi panjang

Mempelajari sifat-sifat dan cara menggambar trapesium dan jajaran genjang

Memberikan pertanyaan apakah lingkaran yang kamu buat berbentuk lingkaran yang sempurna ?

Menyebutkan benda-benda apa saja yang berbentuk lingkaran

Mempelajari sifat-sifat dan cara menggambar lingkaran

Menjawab tugas Hlm. 73

Mempelajari sifat-sifat dan cara menggambar belah ketupat dan layang-layang

Mengerjakan kegiatan Hlm. 75

Mengidentifikasi sifat-sifat bangun segitiga dan persegi panjang

Menggambar bangun segitiga dan persegi panjang

Mengidentifikasi sifat-sifat bangun trapesium dan jajargenjang

Menggambar bangun segitiga dan persegi panjang

Mengidentifikasi sifat-sifat lingkaran

Menggambar lingkaran dengan jangka

Mengidentifikasi sifat-sifat belah ketupat

Menggambar belah ketupat

Tugas Indvidu Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 1

hlm. 65

Latihan 2

Hlm. 67

Latihan 3

hlm. 68

Latihan 4

hlm. 68

Latihan 5

Hlm. 71

Tugas

Hlm. 73

Latihan 6

Hlm. 74

Kegitan

Hlm. 75

8 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5B

Alat:

Pensil, jangka, penggaris, dan penghapus.

Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang SIFAT-SIFAT BANGUN

Bangun Ruang

(Hlm. 75)

Memahami sifat-sifat dan cara mengambar  Bangun Ruang ;

Tabung

Prisma tegak segiempat

Limas segiempat

Limas segitiga

Kerucut

Mengerjakan latihan 11 s.d 12

Mengerjakan tugas

mengerjakan tugas dari guru latihan 7 hlm. 77, latihan 8 Hlm. 78 dan latihan 9 Hlm. 79

Mengidentifikasi sifat-sifat bangun prisma tegak, Limas, dan Kerucut

Menggambar bangun prisma tegak, Limas, dan Kerucut

Tugas Indvidu Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 7

hlm. 77

Latihan 8

hlm. 78

Latihan 9

hlm. 79

Latihan 10

hlm. 80

Latihan 11

hlm. 81

Latihan 12

hlm. 83

Tugas hlm. 82

6 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5B

Alat:

Pensil, jangka, penggaris, dan penghapus.

Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana SIFAT-SIFAT BANGUN

Bangun Ruang

(Hlm. 75)

Mempelajari cara membuat jaring-jaring bagun ruang sederhana

Memahami  bahwa jaring-jaring bagun ruang sederhana bisa dibuat lebih dari satu

Mengerjakan tugas Hlm. 85

Menugaskan untuk mengerjakan latihan 13

Membuat jaring-jaring bangun ruang sederhana Tugas Indvidu Laporan buku pekerjaan rumah tugas Hlm. 85

latihan 13 hlm. 86

6 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5B

Alat:

Busur derajat, penggaris, pensil, jangka

Menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri SIFAT-SIFAT BANGUN

Kesebanguan dan Simetri pada bangun Datar

Menunjukkan kesebangun antarbangun datar (Hlm. 88)

Menentukan simetri lipat dan simetri putar (Hlm. 91)

Menjelaskan simetri lipat dan cara mencari simetri lipat

Menjelaskan contoh soal Hlm. 92

Menugaskan mengerjakan latihan 1 s.d 2

Menjelaskan simetri putar dan cara mencari simetri lipat

Menugaskan untuk menyebutkan bangun yang memiliki simetri lipat dan putar

Menunjukkan sifat-sifat kesebangun antarbangun

Menunjukkan dan menentukan sifat-sifat simetri lipat dan simetri putar

Tugas IndVidu Laporan buku pekerjaan rumah Latihan 1

Hlm. 90

Latihan 2

Hlm. 92

6 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5B

Alat:

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar dan bangun ruang sederhana SIFAT-SIFAT BANGUN Menjawab soal yang berkaitan dengan bangun datar dan ruang sederhana

Mengerjakan uji kompetensi bab 5. Hlm. 96

Mengerjakan Latihan soal Akhir Tahun Hlm. 99

Menghitung masalah yang berkaitan dengan bangun datar dan bangun ruang sederhana Tugas IndVidu Laporan buku pekerjaan rumah Uji kompetensi Bab 5. Hlm. 96

Latihan soal Akhir Tahun Hlm. 99

6 jp Sumber:

Buku MATEMATIKA 5B

Alat:

Karakter siswa yang diharapkan :   Disiplin ( Discipline ),

Rasa hormat dan perhatian ( respect )

Tekun ( diligence )

dan  Tanggung jawab ( responsibility )

Mengetahui,

Kepala Sekolah SD/MI ….

(………………………………………..)

NIP.

……..,  ……………………………  20……

Guru Mapel Matematika

(………………………………………..)

NIP.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s