Beranda » Catatan Hidup » Perjalanan Hidup » alam adalah guru sejati

alam adalah guru sejati


Saat pertama kali aku melakukan pendakian, banyak pertanyaan yang muncul di benak ini. Tersirat perasaan takut, penasaran dan semangat semua bersatu dalam dada ini. Apakah yang akan kutemui disana? Ada apakah diatas sana? Dibalik lebatnya hutan, dibalik selimut kabut yang tebal, dibalik kepekaan alam yang penuh misteri.

Sejak saat itu hari-hariku penuh dengan petualangan dan pencarian jati diri. Apa yang kucari selama ini? Saat itu yang dibenakku adalah bagaimana aku bisa lepas dari hiruk-pikuk di kampus, lepas dari semua masalah-masalah yang ada dirumah ataupun masalah dengan teman-teman dekatku. Aku ingin bebas menikmati ketenangan dan kedamaian jauh di atas sana, sembunyi dibalik pohon-pohon, semak belukar dan hitamnya malam yang bisa membuatku terlena.

Hadir disana rasa takut, gelisah dari semua pendakian yang kulakukan. Berbagai macam pengalaman pernah kulalui. Yang kulalui seorang diri maupun bersama teman-temanku. Senyum simpul terkuak di wajahku saat aku mengingat semua pendakian yang pernah kujalani. Ada tawa, canda, dan bahagia disana. Ada pula tangis, kecewa dan pasrah saat harus menghadapi musibah yang kujalani.

Ya, Allah betapa aku orang yang sangat beruntung dan juga orang yang paling bodoh saat itu. Betapa aku tidak menyadari betapa Engkau Maha Pengasih dan Penyayang. Aku selalu dapat mengatasi rintangan-rintangan selama perjalananku. Oh, betapa beruntungnya diriku. Tapi mengapa saat itu aku tidak menyadari akan kemurahan sang Pencitpa, betapa aku ini bodoh, hanya nafsu yang ada pada diriku ini. Nafsu untuk menaklukkan sang alam. Ya, Allah semoga Engkau mengampuni khilafanku saat itu.

Seiring dengan waktu, alam banyak memberiku hal-hal yang bersifat positif,yang sedikit banyak membentuk watak dan sifatku. Alhamdullah, setidaknya aku bisa mengambil hikmah dari sepenggal perjalan ini. Sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupanku.

Saat ini banyak ketakutan yang hinggap dalam diri ini bila melakukan pendakian. Ketakutan akan diriku yang sombong dan takabur dengan keberuntunganku sangat ini. Sehingga menganggap sepele, menganggap remeh hal-hal yang kecil sekalipun. Aku sadari suatu hari nanti mungkin aku takkan seberuntung kisah-kisahku yang lalu. Aku ingin mempunyai kenangan manis yang tertoreh dihatiku. Kenangan indah saat-saat alam menjadi guru sejati dalam membentuk diriku.

Semoga sikap dan sifatku akan semakin santun dan bijak dalam menjalani kehidupan ini. Semoga apa yang telah sang alam ajarkan pada diriku ini menjadi bekal untuk melakukan sepenggal perjalanan yang lain, yang menantiku di masa depan. Amin….

“ Ya, Allah …..Lindungilah Aku Dalam Setiap Perjalanku Ini”

“Sudah cukup jauh, perjalanan ini

lewati duka lewati tawa…lewati s’gala persoalan

kucoba berkaca pada jejak yang ada

ternyata aku sudah tertinggal, bahkan jauh tertinggal…”

Penggalan puisi diatas sepertinya mencerminkan perjalanan hidup yang selama ini terus kulalui. Sewindu sudah tak terasa waktu berlalu, banyak hal yang telah terjadi yang mengisi hari-hari perjalananku. Entah berapa banyak waktu ku habiskan hanya untuk sebuah pencarian. Hari-hari yang penuh dengan petualangan dan tantangan.

disini…dibatas pelangi

kulangkahkan kaki menapak kesendirian yang tercipta

menelusuri lorong-lorong waktu ‘tuk mencari jati diri

hari ini…

ingin kupersembahkan semua yang pernah kulalui bersama sahabat sejatiku

yang telah berbagi perasaan saatku tak mampu menghadapinya

ya, Allah…

kuucapkan rasa syukur

yang tak pernah sebelumnya terbersit di hati ini

Satu persatu datang silih berganti, peristiwa-peristiwa yang menghiasi perjalanan ini, yang tertoreh direlung hati ini. Teman, sahabat berlalu memberikan nuansa indah disetiap pengelanaanku. Mereka memberikan cinta, canda, tawa, bahkan duka serta kepedihan yang terbawa. Itu semua kombinasi yang sempurna dalam perjalanan hidup ini.

Hutan..Gunung..

hamparan hijau yang menyejukkan hati

terima kasih…

yang telah memberiku pengalaman yang tak ternilai

dalam pencarian jati diri ini

sehingga begitu membekas dan akan terus terbawa

dalam mengarungi kehidupan ini

menyadarkanku …

memberiku pelajaran mengenai arti kehidupan

dengan kearif’an yang Maha Pencipta

Kau bukakan matahatiku

agar menjadi lebih bijaksana

dalam pergaulan hidup ini

Sang Alam pun tak henti-hentinya memberiku harta, harta yang tak bisa ditandingi emas-permata sekalipun. Betapa Sang Alam begitu berbelas kasih padaku untuk membimbing dan menuntunku melewati masa-masa sulit. Memberiku arti cinta, memberiku arti kasih, memberiku arti peduli. Semua terekam dalam pita sanubariku.

Bila akhirnya semak belukar menutup jalan setapak

dan menghentikan jalan kita untuk kembali pulang

Dan bila akhirnya…

nafas kita berhenti juga disini…!!!

terkubur bersama ranting dan daun kering yang dingin

apakah itu semua akan tinggal kenangan sia-sia?

Semoga saja tidak !

Tidak bila mayat-mayat kita kelak mampu menitip pesan

bahwa gunung bukanlah tempat bermain-main,

yang didaki tidak dengan persiapan,

yang didaki hanya dengan modal semangat,

hendak menaklukkan alam

Saat ini tak banyak keingin dan harapan yang ingin dilakukan, hanya sebuah kerinduan akan belaian alam yang menggelitik untuk selalu dekat denganya. Panggilan alam tak akan selalu berbisik dan bercerita tentang keIndahanNya…tentang keAgunganNya…tentang Kasih dan CintaNya. Oh…betapa indah dan nyata apa yang telah Dia berikan untukku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s