Beranda » Catatan Hidup » Perjalanan Hidup » Sebuah Pengharapan

Sebuah Pengharapan


Aku ingin menjalani sisa waktuku bersama seseorang yang kini telah menyediakan sedikit waktunya untukku. Aku ingin selalu bersamanya, orang yang kucintai hari ini, esok dan selamanya. “Aku sangat menyayangimu. Aku tidak ingin kehilangan kamu.”gumamku lirih menghanyalkan hal yang akan bisa tuk menjadi pasti.

Tok..tok..tok..

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku. Aku tersentak seketika. Kuletakkan diaryku diatas perutku dan aku langsung menoleh kepintu. “Ada apa kak?” tanyaku pada kakak pertamaku.

“Nggak ada apa-apa. Hanya makanan yang dibawa suster. “Iya kak, kakak duluan aja makannya, nanti aku nyusul” jawabku lemah. “Ya udah, kakak duluan ya? ”ucap kakak seraya pergi.

Sepeninggal kak Fira, aku kembali sibuk pada fikiranku sendiri. Hatiku bergelora tetapi jiwaku berkelana. Entah apa yang ada dalam fikiranku saat ini. Yang jelas aku ingin bertemu dengan dia, aku ingin menceritakan semuanya dengan dia, meskipun aku sendiri tak tahu apa reaksinya setelah aku menceritakan hal ini. Yang ku tahu saat ini adalah aku ingin dia tahu kalau aku sangat menyayangi dia, meski terkadang aku sadar aku tidak pantas untuk dicintai olehnya. Aku adalah lelaki yang dibelenggu penyakit yang mungkin tidak akan lama lagi penyakit ini akan memisahkanku dari orang-orang yang menyayangiku.

“Pikirku sudahlah, aku jangan terlalu memikirkan penyakit. aku harus percaya kalau penyakit itu pasti akan sembuh. Aku tidak boleh putus asa. Masih panjang jalan yang harus aku tempuh. Masih ada orang yang benar-benar menyayangiku, yang tidak ingin kehilangan aku. Apa aku ingin melihat mereka sedih karena kehilanganku? Aku lupakan penyakitku sejenak, anggap saja aku akan hidup lagi, maka berusahalah untuk terus berjuang melawan penyakitku. ”Bisik suara kecil dalam hatiku. Akhirnya, dengan langkah yang seringan mungkin aku berjalan menuju meja makananku di atas meja. Di sana sudah Kakakku yang menunggu. Aku pasang tampang sok serius yang sebenarnya aku sedang sibuk dengan fikiranku sendiri.

“”bersambung””

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s