Beranda » Catatan Hidup » Perjalanan Hidup » Terima Kasihku Pada Jarak dan Waktu

Terima Kasihku Pada Jarak dan Waktu


“Maaf,” katamu. Aku tersenyum tipis, memperlihatkan kedua lesung yang katamu sangat kau sukai.

“Kenapa kamu minta maaf?” tanyaku, mengajukan pertanyaan yang tak ingin kutanyakan.

“Karena sudah menciptakan jarak di antara kita.”

Kalimat itu meluncur dengan mudahnya dari bibirmu, seakan memang tak ada beban di sana. Bagaimanapun, aku masih berharap dugaanku salah.

“Tak seharusnya kamu menyalahkan jarak,” kataku, mencoba berbicara dengan datar, tak ada beban, seperti kamu.

“Aku janji akan menemuimu, setiap aku rindu,”

“Rindu tak bisa ditebak kapan datangnya,”

“Kamu hanya perlu percaya,” katamu, tatapanmu menelisik lembut ke kedua mataku, menyiratkan rasa yang tak juga bisa kutebak.

***

Hari ini kita bertemu, setelah sekian lama aku mencoba membunuh waktu. Aku tak lagi peduli tempat dan keadaan saat kita bertemu, aku hanya butuh waktu. Dan tentu saja, kamu.

Waktu terasa berlalu begitu cepat saat bersamamu. Ini bukan sekadar basa-basi atau rayuan, ini benar-benar terjadi padaku. Waktu seolah mengalah pada kebersamaan kita. Waktu seakan paham bahwa kita memang butuh bersama, bukan sekadar ingin.

Butuh dan ingin adalah kedua hal yang berbeda. Dan kini, aku sampai pada tahap membutuhkan kamu, bukan lagi menginginkan kamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s